Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan: Hardiknas Momentum Pemerataan Pendidikan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/hardiknasqw.jpg

     

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, peringatan Hari Pendidikan Nasional  (Hardiknas) menjadi momentum bagi kebangkitan dunia pendidikan Tanah Air, khususnya di Jawa Barat. 
     
    Hal itu ditandai dengan upaya keras Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan pendidikan di seluruh pelosok. Dengan mutu pendidikan yang memadai diharapkan mampu mencetak sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing yang mampu mengelola sumberdaya alam (SDA) secara optimal dengan baik, bijaksana dan berkelanjutan. Hal itu diungkapkannya dalam Peringatan Hardiknas di Halaman Gedung Sate, Jl Diponegoro No. 22 Kota Bandung, Rabu (2/5) pagi.
     
    "Hardiknas adalah momentum untuk memicu peningkatan mutu pendidikan, sebab Jawa Barat dikaruniai oleh Allah dengan penduduk yang sangat banyak yakni 44,2 juta jiwa. Keberadaan penduduk yang besar ini harus bisa menjadi potensi dan pemberdayaan, bukan menjadi beban. Karena dengan SDM yang unggul dan berdaya saing diharapkan mampu mendongkrak tingkat kemajuan pembangunan di Jawa Barat," tegas Heryawan di hadapan ratusan guru yang turut mengikuti acara Peringatan Hardiknas tersebut. Lebih jauh ia memaparkan, untuk pemerataan pendidikan di Jawa Barat di daerah terpencil, seperti di Jabar bagian selatan, Ia akan berencana membangun sekolah tingkat SLTA di tiap-tiap kecamatan.
     
    Lebih lanjut Heryawan menyatakan dengan adanya sekolah setingkat SLTA di setiap kecamatan, maka diharapkan mampu meratakan tingkat pendidikan hingga pelosok. "Semua orang bisa menjangkau pendidikan, kalau sekolah tingkat SLTA dibangun di setiap kecamatan. Untuk SD sudah ada di semua desa, SMP juga sudah mulai merata di kecamatan dan gabungan desa-desa. Ke depan kita upayakan seluruh kecamatan memiliki SLTA," terangnya. Begitu pula dengan sarana infrastruktur pendidikan dan sarana penunjang lainnya. Dengan niat yang kuat, diharapkan ke depan dari waktu ke  waktu terus akan dibenahi, tentunya demi meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa  Barat.
     
    Untuk itu, selain sarana pendidikan terus dibangun, juga perlunya menyediakan tenaga pendidik atau guru yang memadai hingga pelosok. Penyebaran sekolah dan sarana pendidikan hingga perdesaan akan membutuhkan tenaga guru yang memadai. Heryawan menilai perlu ada perhatian khusus terhadap para guru agar mau ditugaskan di daerah terpencil. Padahal rasio antara jumlah guru dan total murid tersebut sudah mencukupi yakni berkisar 1:30 hingga 1:40, tinggal pemerataannya yang perlu dipetakan dengan baik. “Meski jumlah guru dengan murid sudah ideal namun kendala penugasan ke pelosok perlu segera dituntaskan dengan baik. Guru-guru di daerah, idealnya harus diberi insentif supaya mau ditempatkan di desa-desa. Pemberian insentif sebagai bentuk penghargaan bagi para guru tersebut adalah wajar,” pungkasnya.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus