Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rural ICT Camp Digelar di Kasepuhan Ciptagelar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_44284.jpg

    KOTA BANDUNG -- Rural Information and Communication Technology (ICT) Camp akan digelar di Kasepuhan Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi, pada 18-23 Oktober 2021. 

    Direktur Common Room Gustaff Harriman Iskandar sebagai penggagas kegiatan tersebut mengatakan, Rural ICT Camp merupakan bagian dari kegiatan Digital Access Program (DAP) untuk daerah-daerah pelosok di Indonesia. Kegiatan itu juga didukung berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya dari Inggris.

    "Di Rural ICT Camp 2021 kita ingin menampilkan capaian yang sudah ada dari program Digital Access Program, sekaligus kita ingin mengolaborasikan DAP ini dengan berbagai pihak agar jangkauannya lebih luas," kata Gustaff dalam jumpa pers di Kota Bandung, Selasa (12/10/2021).

    Gustaff menjelaskan, program DAP diawali pertama kalinya di Kasepuhan Ciptagelar, sebagai percontohan penyediaan akses internet di pelosok. Menurutnya, fasilitas internet digunakan untuk kegiatan pemberdayaan  di berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, dan ekonomi.

    "Mereka tidak menolak teknologi, selama tidak melanggar adat. Dan semenjak dirintis penyediaan jaringan internet di Ciptagelar, kini mereka mampu mengembangkan pemberdayaan masyarakat. Awalnya beberapa Dusun yang dipasang jaringan internet, kini sudah 29 Dusun yang sudah tersedia jaringan internet di Ciptagelar," ucapnya.

    Perwakilan dari Kasepuhan Ciptagelar, Yoyo Yogasmana, mengatakan bahwa Kasepuhan Ciptagelar tidak menutup diri dari perkembangan zaman selama tidak melanggar adat. 

    "Kami memiliki pegangan atau prinsip kudu ngigelan jaman, ngan ulah gampang kababawa ku jaman (harus beradaptasi dengan jaman, tetapi jangan mudah terbawa arus jaman)," katanya.

    Menurut Yoyo, setelah ada jaringan internet di Ciptagelar banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. "Kami jadi bisa lebih membuka jendela untuk mengetahui dunia luar, tetapi tetap menghormati adat," ucapnya.

    Rural ICT Camp 2021 akan diikuti lebih dari 20 desa adat se-Indonesia yang bergabung melalui virtual meeting. (pun/okk)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus