Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Garut Terima Kunker Mentan RI di Kecamatan Limbangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_44718.jpg

    Kab. Garut - Bupati Garut Rudy Gunawan menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo di Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (14/11/2021).

    Pada kesempatan ini Bupati Garut mendampingi Mentan RI meninjau lahan pertanian. Mentan dan Bupati Garut menyaksikan pula penandatanganan Pakta Integritas Pengembangan Jagung oleh perwakilan Kepala Dinas Pertanian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

    Bupati Garut dalam sambutannya mengucapkan selamat datang atas kunjungan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Garut, setelah sebelumnya Bupati Garut melakukan kunjungan langsung ke Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, di Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan, Jakarta, Selasa (2/11/2021) yang lalu.

    Rudy Gunawan menyampaikan terima kasih atas perhatian besar jajaran Kementan terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Garut. Menurut Rudi, Garut selama ini memiliki potensi besar dalam menunjang ekonomi rakyat melalui sektor pertanian. "Saya berterima kasih kepada Pak Menteri yang telah memberikan dorongan kepada kami (Garut) sehingga komunikasi antar pemerintah pusat dan daerah itu selalu terbuka dan produksi kami terus meningkat," tutupnya.

    Menurutnya, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Garut 39 persennya dihaslkan  dari sektor  pertanian.

    Rudy menerangkan, di Kabupaten Garut sendiri terdapat lahan pertanian seluas 3.000 km2 dengan rincian 1.700 km2 milik Kabupaten Garut, kemudian sisanya adalah milik Perhutani, BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), dan PTPN (PT Perkebunan Nusantara). “Tentu kami memperhatikan lingkungan hidup, kami tidak akan memberikan izin Pemerintah Daerah terhadap penggunaan tanah Perhutani yang akan mengakibatkan ekosistem terganggu,” lanjutnya.

    Sementara itu, Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi langkah pemerintah daerah khususnya Kabupaten Garut yang sudah turun langsung dalam mempersiapkan ketahanan pangan nasional. “Saya hari ini berbahagia melihat apa yang telah dilakukan Kabupaten Garut, Pak Bupati, terima kasih. Ini luar biasa. Saya kira kalau semua, kita, memberi perhatian pada pertanian, maka inshaallah ekonomi kita akan pulih dan masyarakat tidak perlu risau terhadap tantangan-tantangan yang ada,” ucap Mentan RI.

    Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, sejauh ini ada dua tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian. Pertama adalah tantangan cuaca dan kedua adalah krisis pandemi. Namun keduanya bukan alasan untuk tidak berproduksi, mengingat pertanian sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi dan mekanisasi. Maka dari itu, Syahrul berharap pemerintah bisa saling bersinergi dalam menjaga ketahanan pangan agar cadangan makanan selalu tersedia, meskipun dalam situasi cuaca ekstrem. “Saya bersama Pak Gubernur atas perintah Bapak Presiden, berkonsentrasi untuk mempersiapkan (ketahanan pangan), terutama, di cuaca ekstrem sampai dengan bulan Maret," ujarnya.

    Menurutnya,  harus ada langkah yang pasti mempersiapkan cadangan makanan dan ketahanan pangan yang kuat menghadapi cuaca ekstrem itu.

    Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan, produktivitas jagung di Kecamatan Limbangan sangat luar biasa. Bahkan diperkirakan, produksi disana mampu memenuhi kebutuhan pakan Jawa Barat.

    "Di Garut ini hamparanya sekitar 4000 hektar yang ada di kecamatan limbangan. Dan di sebelahnya ada kecamatan Nagrek sekitar 2000 hektare. Ini 2 kecamatan saja kalau di jumlah pada musim tanam sangat luar biasa. Dan sesuai arahan bapak menteri, ke depan potensi ini bisa didorong untuk eskpor," katanya.

    Perlu diketahui, optimalisasi tanam ini dilakukan petani Garut di dataran tinggi wilayah Kecamatan Limbangan. Garut diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan jagung Jawa Barat dengan produktivitasnya mencapai 550 ribu ton pertahun.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus