Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Upaya RSUD dr. Slamet Turunkan AKI dan AKB Melalui Aplikasi SIMARUKANTEH

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_44883.jpg

    Kab. Garut- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut menggelar acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SIMARUKANTEH (Sistem Informasi Managemen Rujukan Terintegrasi) dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Garut yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum’at (26/11/2021).

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Garut Suherman menyebutkan, aplikasi SIMARUKANTEH ini merupakan jawaban dari kebutuhan di era digitalisasi sekarang, yang dapat mempercepat pelayanan rumah sakit sehingga manajemen data di rumah sakit akan lebih akurat, efektif dan efisien.

    “Dengan sistem informasi dan sekaligus juga dengan menggunakan IT ini adalah akan mempercepat dan memperkecil kerumunan orang,” kata Suherman.

    Suherman berharap, adanya aplikasi ini bisa meningkatkan pelayanan rumah sakit, sehingga kematian ibu dan anak bisa diperkecil, dimana ketika pasien khususnya anak atau ibu hamil memerlukan pelayanan bisa ditangani dengan lebih cepat.

    “Mudah-mudahan program ini dilaksanakan karena pada intinya adalah dalam rangka memperkecil kematian anak dan ibu hamil atau yang melahirkan,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur RSUD dr. Slamet Garut, dr. Husodo Dewo Adi menuturkan, Aplikasi SIMARUKANTEH sendiri merupakan suatu terobosan baru dimana rujukan pasien terutama ibu hamil yang akan melahirkan di puskesmas bisa terkoneksi langsung ke RSUD dr. Slamet secara daring, sehingga pelayanan yang didapatkan akan lebih cepat.

    “Mungkin bisa disebut baru lah ya, karena adalah yang pasti terobosan untuk mengkolaborasi antara rujukan dari puskesmas ke rumah sakit, sehingga nanti akan terkoneksi manakala ada rujukan terutama khususnya kematian ibu dan bayi, khususnya ibu-ibu yang mau melahirkan,” tuturnya.

    Ia berharap, masyarakat bisa segera mengenal aplikasi ini khususnya ibu hamil yang akan melahirkan, agar pelayanan semakin meningkat dan angka kematian ibu dan bayi bisa menurun, sehingga nantinya mempermudah proses rujukan dari daerah ke kabupaten.

    (Editor: Fauziah Ismi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus