Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Eddi Muharram : CSR Bisa Menjadi Dana Pendamping Pembangunan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0023.jpg

    GARUTKAB-Dengan APBD sekarang ini Garut masih kesulitan dalam mewujudkan percepatan pembangunan, namun dengan digagasnya dialog CSR bersama LSM PEKA CSR diharapkan dana dari CSR yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan bisa menjadi dana pendamping untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Garut.

    Hal demikian dikemukakan Asisten Administrasi Bidang ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Garut, Senin (21/05), Ir. Edi Muharam,M.Si, ketika membuka secara resmi dialog CSR (Corporate Social Responsibilty) yang diprakarsai oleh LSM PEKA CSR, bertempat di ruang rapat Setda Pemkab. Garut.

    Asisten Administrasi Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Edi Muharam,M.Si, atas nama Pemerintah Daerah, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dengan harapan tingkat pembangunan di Kabupaten Garut akan cepat terwujud.

    Sementara itu ketua LSM PEKA CSR, KH. Sirojul Munir, mengatakan, dana CSR bukanlah dana yang sunah dikeluarkan oleh pihak perusahaan, melainkan suatu kewajiban guna kepentingan masyarakat banyak khususnya yang ada sekitar lokasi perusahaan itu beroperasi. Hal ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dengan demikian Dana CSR disertakan sebagai investasi oleh pihak perusahaan, sehingga dalam kondisi apapun perusahaan tersebut dana CSR harus tetap dikeluarkan.

    Diharapkan dengan diadakannya dialog semacam ini bisa mengontrol perusahaan mana saja yang telah mengeluarkan CSR-nya secara simultan kepada masyarakat, jangan sampai hanya sebagian kecil saja yang menikmati dana CSR tersebut, ujar Munir.

    Munir menegaskan, maksud kegiatan ini sebagai upaya untuk menginventarisir pengeluaran CSR oleh perusahaan, supaya jelas kemana dan kepada siapa dana tersebut dikeluarkan. 

    “Di Kabupaten Garut disinyalir ada sekitar 50 lebih perusahaan, melihat hal tersebut maka kalaulah dana CSR itu diakomodir dengan baik tidak mustahil warga Kabupaten Garut bisa merasakan peningkatan kesejahteraannya yang di danai oleh CSR tersebut”, harapnya.

    Ia mencontohkan Bank BJB yang telah melaksanakan CSR di bidang pendidikan yang kini telah disalurkan kepada SDN Pakuwon dan SDN Ngamplang. Dana CSR itu digunakan untuk pemeliharaan, dan bahkan pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru). 

    “Dari hal ini saja dapat dibanyangkan dengan kurang lebih 50 perusahaan mengeluarkan dana CSR secara terkontrol, maka pembangunan bisa terlaksana secara berkelanjutan”, pungkasnya

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus