Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Setelah Taman Brantas, Ridwan Kamil Diminta Poles Jembatan Brawijaya Kediri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_45523.jpg

    KOTA KEDIRI - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi Taman Brantas Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (21/1/2022). Taman yang berada di sisi Sungai Brantas ini merupakan taman yang ia desain ulang ketika menjabat Wali Kota Bandung. 

    "Mengunjungi karya saya dulu waktu menjabat Wali Kota, Bandung, saat itu diminta sahabat saya Wali Kota Kediri menata sisi Sungai Brantas," ucap Ridwan Kamil. 

    Ia bersama Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar sempat sarapan bersama di area taman persis dibawah Jembatan Brawijaya. Keduanya pun sempat menjajal BMX milik warga di area sepeda. 

    Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kota yang dilewati oleh sebuah sungai memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan. Ia pun tak ragu menerima permintaan Wali Kota Kediri untuk menata ulang Taman Brantas yang dulunya terbilang kurang terurus dan sering digunakan warga beraktivitas negatif. 

    "Sebenarnya semua kota yang dilewati sungai mempunyai potensi wisata dan menjadi indahnya itu besar. Pak Wali (Wali Kota Kediri) menyampaikan dulu di sini tempat orang beraktivitas negatif, tapi sekarang bisa dilihat ada aktivitas olahraga, skateboard, BMX, dan rekreasi. Kalau tidak ada COVID-19, suasananya ramai sekali di sini," tutur Kang Emil. 

    Ia menjelaskan, konsep Taman Brantas lebih kepada kombinasi antara taman yang sifatnya aktif dan pasif. Taman aktif yang didominasi cat warna merah diperuntukan bagi anak muda untuk beraktivitas. 

    Sedangkan taman pasif yang lebih banyak pohon rindang biasa dimanfaatkan oleh orang dewasa atau lanjut usia. Menurut Kang Emil, ciri kota yang baik adalah warganya senang nongkrong di ruang publik. 

    "Kalau warga tak ada yang nongkrong berarti ada yang salah dengan kotanya karena tidak memberikan ruang rekreasi bagi warganya," ucap Emil. 

    Ia mengaku sering diminta mendesain taman kota di sejumlah wilayah di Indonesia. Hal itu merupakan bentuk dukungan antar sesama pemimpin daerah yang tak boleh dibatasi oleh wilayah politik. 

    "Pemimpin harus membuat karya dan saling mendukung antar pemimpin. Ini juga ada permintaan agar Jembatan Brawijaya didesain menjadi jembatan terkeren se-Indonesia. Tunggu saja tanggal mainnya," ujar Kang Emil. 

    Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar senang Jembatan Brawijaya yang menjadi ikon kota akan didesain ulang oleh Ridwan Kamil. Jembatan yang konon tertua di Indonesia ini rencananya akan dijadikan tempat pedestrian dengan nuansa baru tanpa menghilangkan nilai sejarah. 

    "Ini jembatan tertua di Indonesia, konon katanya lebih tua dari Jembatan London di Inggris. Nanti akan kita jadikan pedestrian, maka perlu didesain supaya tetap jadi jembatan tua yang tak hilang nilai historisnya, tapi desainnya menjadi lebih keren," ujar Abdullah. 

    Tak hanya itu, penataan Taman Brantas juga akan diperluas hingga ke sisi utara. Ia mengungkapkan, dipilihnya Ridwan Kamil sebagai arsitek ruang publik di Kota Kediri, selain sudah kenal lama, juga karena Gubernur yang berlatar belakang arsitek itu sudah berpengalaman dalam menata sebuah kota. 

    "Saya sudah banyak diskusi waktu awal menjabat Wali Kota dengan Kang Emil untuk menyelesaikan beberapa ruang publik di Kota Kediri," ungkap Abdullah. 

    Perubahan Taman Brantas kini dirasakan manfaatnya oleh warga yang tak hanya berasal dari Kota Kediri. Yeni Indah Purnamasari yang berasal dari Banyuwangi rutin mengunjungi Taman Brantas setiap akhir pekan. 

    "Saya ke sini biasanya hari Jumat atau akhir pekan naik sepeda, berolahraga dan sekedar jalan-jalan sama teman," ungkap Yeni. 

    Ia yang saat itu datang bersama empat temannya senang Taman Brantas kini nyaman dan banyak pilihan spot foto menarik. 

    "Senang ada taman kayak begini bagus dan nyaman banget. Perancangnya Pak Ridwan Kamil kan," ucap Yeni.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus