Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jumlah Industri Pengolah Tembakau Di Jabar Alami Penurunan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_1249-crop-0911.jpg

    BANDUNG-Berdasarkan data yang dihimpun Disperindag Jabar, jumlah industri pengolah tembakau yang menghasilkan beberapa jenis rokok,dalam hitungan 5 tahun terakhir  mengalami penurunan. Semula, jumlahnya mencapai 150 perusahaan, kini sudah menyusut dan tercatat hanya ada 15 unit perusahaan pengolah tembakau yang resmi beroperasi di wilayah Jabar, papar Kadis Perindag Jabar, Ferry Sofwan Arif dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id Rabu sore (30/5).

    Ferry, lebih lanjut mengungkapkan saat ini industri pengolah tembakau yang resmi beroperasi di Jabar, merupakan perusahaan berskala besar, artinya rokok yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut dihasilkan dari perusahaan besar. Adapun lokasi dari perusahaan tersebut, tersebar di beberapa wilayah antara lain : Cirebon dan Karawang.

    Kendati jumlah perusahaan mengalami penurunan, perusahaan yang ada merupakan hasil pembinaan dari Dinas Perindag Jabar. Sebagai salah satu acuan dari pembinaan yang sudah diselenggarakan saat ini setiap perusahaan yang akan melanjutkan beroperasi harus mengikuti ketentuan yang diamanatkan dalam UU Nomor 39Tahun 2007 tentang Cukai.Jika perusahaan yang bergerak didalam pengolahan tembakau tidak sanggup memenuhi ketentuan tersebut, disarankan untuk beralih usaha ke industri jenis lain atau bagi para pelaku usahanya disarankan untuk beralih profesi.

    Langkah pembinaan tersebut, ditempuh untuk mendorong perlindungan kesehatan masyarakat dari bahaya rokok. Tentunya untuk industri pengolahan tembakau, yang selanjutnya menghasilkan beberapa jenis rokok diwajibkan produk rokok yang dihasilkannya harus mengandung nikotin dengan kadar rendah.Demikian juga untuk tempat pembuatan rokok, ujar Ferry  harus dibuat dalam kondisi higienis.(Nur)
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus