Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur : Manusia Harus Harmonis Hidup Dengan Alam

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_0292.jpg

    BANDUNG-Manusia itu diikat oleh yang namanya kebersamaan budaya.  Budaya itu adalah sesuatu yang universal yang diterima oleh siapapun dan dimanapun meskipun dalam tataran kehidupan sosial politik ada warna warninya. Tapi bila yang tampil adalah tataran budaya maka semua akan tampil secara tersenyum bersama. Itulah uniknya budaya.

    Oleh karena itu, sebuah bangsa yang beradab adalah bangsa yang mempertahankan keberadaan budayanya.  Saya yakin tidak ada Olot (pemangku adat) dan pasukannya diwilayah adat masing-masing yang bertentangan, baik dengan Allah Swt maupun dengan alam semesta ini. Justeru yang ada adalah kebersamaan antara manusia dengan alam, demikian disampaikan Gubernur Ahmad Heryawan ketika memberikan sambutan pada acara Milangkala Dewan Musyawarah Kasepuhan Masyarakat Adat Tatar Sunda (Barisan Olot Tatar Sunda), Jum’at (1/6) di Padepokan Alam Santosa Kmp. Sekebalingbing Ds. Cikadut Kec. Cimenyan Kab. Bandung.

    Gubernur mensitir salah satu ayat suci Al Qur’an, yang artinya, “Telah menyerahkan diri pada Tuhan seluruh penghuni bumi dan langit”.

    Sesungguhnya tatkala seluruhnya telah menyerahkan diri, maka yang ada adalah sebuah keharmonisan, ujar Gubernur.

    Selama ini adanya hutan yang rusak, hal itu karena adanya makhluk yang penyerahan dirinya kurang total. Kadang berserah diri dan kadang tidak, maka disitulah sering muncul persoalan.

    Karena sesungguhnya tidak pertentangan antara alam dengan manusia. Alam bertasbieh pada Tuhan dan manusiapun bertasbieh pada Tuhan. Kalau sama-sama bertasbieh, maka harus hidup berdampingan. Seseorang yang mengklaim dirinya bertasbieh pada Tuhan, tidak mungkin merusak alam semesta ini. Sesungguhnya para perusak hutan itu, adalah kurang bertasbieh pada Tuhan, jelas Gubernur.

    Setiap kali tambah makhluk Allah, apakah itu binatang, manusia ataupun tumbuh-tumbuhan sesungguhnya hal itu fitrahnya bertasbieh pada Tuhan. Oleh karena itu, semakin banyak orang bertasbieh, maka akan semakin dingin. Semakin banyak tumbuh-tumbuhan, maka akan semakin dingin, itulah tandanya semakin dekat dengan Tuhan.

    Atas dasar itu, maka saya mengajak semua pihak untuk mendukung pengembangan masyarakat adat dan marilah kita hidup berdampingan untuk menghadirkan Indonesia yang sesuai yang diinginkan, demikian ajakan Gubernur.

    Pada kesempatan milangkala Masyarakat Adat Tatar Sunda itu, Gubernur diangkat sebagai pembinanya dan untuk itu para pemangku adat memberikan dan masang iket, kemudian diberikannya pisau Kujang dan pakaian khas Sunda yang dikenakan langsung oleh Gubernur.

    Kehadiran Gubernur  ditempat itu, adalah bersamaan dengan hadirnya tokoh Nasdem, Surya Paloh, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan para pejabat Pemprov. Jabar. Usai acara pemberian gelar, kemudian dilanjutkan dengan orasi Surya Paloh tentang Hari Lahirnya Pancasila.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus