Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Melalui Gerakan Besar, Pemdakab Garut akan Pelopori Indonesia Wujudkan Generasi Emas 2045

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_46659.jpg

    Kab. Garut --- Di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut kini terus melakukan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Garut.

    “Termasuk di dalamnya meningkatkan kualitas pendidikan, menjadikan sekolah penggerak sebagai bagian dari semangat kita, untuk meraih generasi emas 2045,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan, selaku inspektur pada upacara Hardiknas Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jum’at (13/5/2022). Upacara diikuti para guru, pengawas, korwil, pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa organsiasi pendidikan, dan lainnya.

    Rudy memaparkan, pihaknya merencanakan melakukan gerakan besar yaitu melakukan penimbangan sekaligus melakukan penelitian terhadap kualitas anak-anak yang berumur 1000 hari, anak-anak yang termasuk dalam kategori balita, dan anak-anak sekolah dasar.

    “Kita semua akan melakukan gerakan besar meneliti kesehatan, sehingga kita menentukan anak ini stunting atau tidak stunting, anak ini sehat atau tidak sehat, dan Pemerintah Kabupaten Garut akan menjadi pelopor pertama di Indonesia yang melakukan gerakan ini,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut secara khusus Rudy mengapresiasi kepada tenaga pendidik di Kabupaten Garut yang telah mengabdi selama 30 tahun. Ia juga memberikan beasiswa kepada murid yang tidak mampu dalam rangka meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Garut. Tak hanya itu, Ia juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim.

    “Sebagai penghormatan yang layak kepada guru insya Allah pemerintah daerah yang tadi yang ada (guru mengabdi) 30 tahun, sementara ini kita akan selain memberikan tadi saya juga ingin merehab rumahnya ke dalam program rutilahu masing-masing mendapatkan 10 juta rupiah,” katanya.

    Terkait formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Garut, Rudy menyampaikan, pihaknya telah menyediakan anggaran untuk 1200 PPPK di antaraya untuk 900 guru PPPK di tahun 2022.

    “Kita tunggu saja prosedur yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Ade Manadin mengatakan, Hardiknas tahun ini merupakan sebuah refleksi dari kebangkitan pendidikan setelah era pandemi, sesuai dengan tema yang diusung tahun ini yaitu “Pimpin Pemulihan Bergerak Untuk Merdeka Belajar”.

    “Jadi dari situ kita pandemi mudah-mudahan cepat pulih dan kita bergerak untuk merdeka belajar, nanti dengan hari pendidikan nasional ini mudah-mudahan semua komponen stake holder pendidikan agar merdeka untuk menentukan belajar yang terbaik bagi anak dan bagi bangsa ini,” ujarnya.

    Ia berpesan kepada tenaga pendidik di Kabupaten Garut, untuk tetap mengabdi kepada bangsa dan negara karena ujung dari pendidikan itu adalah peserta didik. Ia menyebutkan, guru juga harus bisa mengikuti perubahan terutama dalam hal perkembangan teknologi.

    “Keberhasilan guru itu ada di peserta didiknya ketika peserta didik kita terwujud cita-cita bangsa ini, maka guru itu berhasil dalam mendidik. Makanya para guru itu berubah sesuaikan dengan perubahan saat ini,” ujarnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus