Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov. Jabar Sampaikan P2APBD

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/kunj-serbia3.jpg

     

    Pemprov. Jabar, dalam rangka pertanggungjawaban kepada publik, (21/6) dalam sidang paripurnan DPRD Jabar secara resmi menyampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2 APBD). Penyampaian P2APBD disampaikan Wagub Jabar, H. Dede Yusuf.
     
    Wagub, atas penyampaian P2APBD memaaparkan realisasi APBD tahun anggaran 2011, sesuai dengan struktur APBD terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan. Pendapatan daerah, yang bersumber dari PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah direalisasikan sebesar Rp.11,05 triliun lebih atau 119,27% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 9,26 triliun lebih.
     
    Pendapatan daerah yang bersumber dari PAD realisasinya mencapai Rp. 8,50 triliun lebih atau sekitar 121,46% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.7 triliun lebih. Selajutnya penerimaan dari pajak daerah dapat dicapai sebesar Rp. 7,69 triliun lebih atau sekitar 119,58% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.6,43 triliun lebih. Sedangkan dari retribusi daerah mencapai Rp.50,73 miliar lebih atau sekitar 125,53% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp.40,41 miliar lebih.
     
    Selanjutnya, penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan realisasinya mencapai Rp.229,14 miliar lebih atau sebesar 100,91% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.227,08 miliar lebih. Untuk penerimaan dari lain-lain PAD yang sah dapat direalisasikan sebesar Rp.526,18 miliar lebih atau mencapai 177,55% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.296,35 miliar lebih.
     
    Wagub, lebih lanjut memaparkan pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan, realisasinya mencapai Rp.2,52 triliun lebih atau 112,47% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.2,24 triliun lebih. Pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan berasal dari penerimaan dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak yang realisasinya mencapai Rp.1,29 triliun lebih atau 127,49% dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.1,01 triliun lebih, penerimaan Dana Alokasi Umum yang realisasinya mencapai Rp.1,18 triliun lebih atau sebesae 100% serta penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat direalisasikan sebesar Rp.45,76 miliar lebih atau 100% dari anggaran yang ditetapkan.
     
    Untuk pendapatan yang bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah realisasinya mencapai Rp.25,13 miliar lebih atau 118,05% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.21,29 miliar lebih. Penerimaan ini berasal dari penerimaan bantuan keuangan Provinsi/Pemda lainnya yang realisasinya mencapai Rp.14,40 miliar lebih, pendapatan dari lain-lain penerimaan sebesar Rp.2,58 miliar lebh, dana transfer pusat realisasinya sebesar Rp.8,15 miliar lebih atau 100% dari anggaran yang ditetapkan.
     
    Wagub, atas belanja daerah memaparkan belanja tidak langsung direalisasikan sebesar Rp.7,60 triliun lebih atau 93,23% dari alokasi anggaran sebesar Rp.8,15 triliun lebih. Belanja langsung direalisasikan sebesar Rp.2, 69 triliun lebih atau 85,29% dari alokasi anggaran sebesar Rp.3,15 triliun lebih.
     
    Untuk SILPA jumlahnya mencapai Rp. 3 triliun lebih bersifat bruto dan selanjutnya akan digunakan dalam tahun anggaran berjalan tahun 2012, dengan terlebih dahulu memperhitungkan berbagai kewajiban yang harus dibayar oleh Pemprov. Jabar antara lain : pembayaran bagi hasil untuk Kabupaten/Kota dari pelampauan pendapataan tahun 2011 sebesar Rp.504,60 miliar lebih, melunasi kewajiban kepada pihak ketiga sebesar Rp.342,47 juta lebih, kas di BLUD sebesar Rp.7.08 miliar lebih serta sisa DPPID yang harus disetor ke kas negara sebesar Rp.620,77 juta lebih.
     
    Dengan demikian, setelah memperhitungkan kewajiban tersebut serta saldo dana di BLUD, ujar Wagub SILPA netto tahun 2011 sebesar Rp.2,49 triliun lebih. (Nur)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus