Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Lebaran Stok Beras Jabar Aman

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/bulogjabar1.jpg

    Bandung - Masyarakat Jawa Barat akan merasa tenang karena ketersediaan beras relatif aman terutama saat menghadapi momen puasa dan lebaran yang berlangsung pada Juli dan Agustus 2012. Saat ini Bulog memiliki stok sekitar 260.000 ton beras yang mencukupi hingga Desember.

    "Stok beras kita mencapai 260.000 ton sehingga aman untuk enam bulan kedepan termasuk menghadapi momen lebaran," ujar Kepala Perum Bulog Divre Jawa Barat Usep Karyana usai Rapat Koordinasi Tingkat Tinggi Forum Komunikasi Pengendali Inflasi (FKPI) di Ruang Sanggabuana Gedung Sate.

    Dia menjelaskan stok beras relatif aman berkat penyerapan beras di Jabar yang pada tahun ini sangat tinggi. Tercatat hingga Juni serapan beras mencapai 350.000 ton atau sekitar 55% dari target penyerapan 2012 sebesar 650.000 ton. Penyerapan tertinggi tercapai pada Maret-April sebesar 152.000 ton.

    "Serapan tahun ini lebih dari 100% dibanding tahun lalu yang hanya 124.000 ton," katanya.

    Untuk meningkatkan penyerapan beras, pihaknya mengedepankan metode 'jemput bola' melalui Satgas yang bertugas menyerap beras dari petani. Penyerapan beras tersebut menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras sebesar Rp. 6.600/kg.

    Lebih lanjut Usep menuturkan sebanyak enam unit gudang juga disiapkan untuk meningkatkan penyerapan. Gudang-gudang beras tersebut ditempatkan pada sentra-sentra produksi beras yakni Jampang (Banten).

    Menurutnya, pembangunan gudang penyimpanan beras tersebut menelan biaya sebesar Rp. 500 juta. Tempat ini berkapasitas antara 1.000 hingga 3.500 ton beras.

    "Total kapasitas keenam gudang tersebut mencapai 10.500 ton beras. Sengaja ditempatkan dekat dengan sentra produksi supaya mempermudah penyerapan," bebernya.

    Tidak hanya itu, Bulog juga menggunakan metode kemitraan mandiri yang melibatkan perbankan seperti BRI dan Bukopin. Cara ini menggunakan lahan kosong menjadi lahan produktif beras. tejo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus