Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Buka Festival Pesta Rakyat ke-8 Kampung Budaya Lembur Tengah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0239web14.jpg

     

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Festival Pesta Rakyat ke-8 Kampung Budaya Lembur Tengah, di Kampung Cipetir, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/7) pagi. Gubernur menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan pihak terkait atas inisiasi dan gagasannya menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini menjadi wahana pelestarian keanekaragaman budaya lokal, khususnya di Kabupaten Sukabumi, sekaligus ajang silaturahim diantara para budayawan, seniman, komunitas adat, pakar budaya maupun segenap aparatur pemerintah guna mempercepat strategi pelestarian budaya berbasis kearifan lokal Jawa Barat.
     
    “Sebagaimana dimaklumi, seni dan budaya tradisi tatar sunda merupakan salah satu mahakarya leluhur bangsa ini, yang tentunya menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa Barat. Tentunya budaya-budaya tersebut telah melalui perjalanan  panjang dalam perkembangan  seni dan budaya tradisi tatar sunda serta mengisi relung hidup dan ruang budaya berpuluh generasi bangsa, sejak jaman kebudayaan hindu, budha dan islam, hingga budaya modern dewasa ini,” ujar Heryawan usai membuka acara tersebut, selain ratusan budayawan dan tokoh masyarakat, juga dihadiri Bupati Sukabumi Sukmawijaya beserta jajaran pemerintahan lainnya.
     
    Lebih lanjut Heryawan menyatakan festival ini merupakan sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian serta kesinambungan seni dan budaya lokal. Meski demikain derasnya gelombang informasi, komunikasi dan teknologi belakangan ini membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat. “Namun dengan potensi budaya dan seni lokal  yang kuat sebagai warisan adiluhung leluhur bangsa, Saya percaya dengan upaya yang cerdas dan kreatif dari para pelaku, peminat dan pecintanya, seni dan budaya tradisi akan dapat tetap eksis, menjadi warisan berharga dari generasi ke generasi,” tuturnya.
     
    Menurut Heryawan untuk menjaga kelestarian seni dan budaya lokal, maka para pelaku seni dan budaya adat tatar sunda perlu terus mengembangkan kreatifitasnya. Seni tradisi kita meski memiliki pakem yang kokoh tetap membuka ruang kreatif bagi para pelakunya, untuk secara aktif berkreasi serta berimprovisasi. Sehingga seni dan budaya tradisi tidak lekang dimakan jaman.  Kesenian memang senantiasa berdialektika dengan perkembangan jaman, sebab jika sebuah kesenian tidak bisa merespon perkembangan jaman, niscaya akan kehilangan eksistensi bahkan mungkin musnah ditelan waktu.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus