Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur: Kenaikan Harga Psikologis itu Tak Bisa Dicegah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/nIMG_4505.jpg

    BANDUNG – Usai melakukan kunjungan ke pasar tradisional Kosambi Kota Bandung Jum’at pagi (20/7), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan bahwa kenaikan harga psikologis setiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, tak bisa dicegah. Menurut Gubernur, sejak zaman Rosululloh dulu, kenaikan harga psikologis itu sudah ada.

    “Kita tidak bisa berbuat banyak, karena kenaikan harga psikologis itu sudah menjadi mekanisme pasar, dan sudah ada sejak zaman Rosululloh dulu” katanya.

    Namun demikian menurut Guebernur, sepanjang kenaikan harga psikologis itu masih dalam batas normal, Pemerintah tidak akan campur tangan langsung.

    “Sepanjang masih dalam batas normal, ya kita tidak akan melakukan invervensi pasar tentunya. Kalaupun ada intervensi dari pemerintah, hanya sebatas oprasi pasar saya kira” tegasnya

    Kenaikan harga sembako di pasar tradisional jelang Ramadhan saat ini, mencapai  5-10%, atau rata-rata kenaikan antara Rp 3.000-5.000. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menggelar pasar murah bersubsidi, terutama untuk tiga komoditi yaitu minyak goreng, beras, dan gula pasir.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus