Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Himbauan Alih Makan Ikan Sulit Efektif Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Ahmad-Hadadi3.jpg

    Menyikapi tingginya harga pangan untuk mencukupi kebutuhan protein yang bersumber dari hewan ternak sebagaimana terjadi beberapa minggu ke belakang, pemerintah sudah menyiapkan solusi berupa himbauan kepada masyarakat untuk beralih mengganti kebutuhan protein dengan makanan yang bersumber dari ikan, himbauan tersebut diakui sulit efektif tingkatkan konsumsi ikan di masyarakat.

    Hal demikian, diungkapkan Kadis Perikanan dan Kelautan Jabar, Ahmad Hadadi dalam keterangannya kepada wartawan (24/7) di Gedung Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
    Ahmad Hadadi, lebih lanjut memaparkan kebiasaan mengkonsumsi makanan di masyarakat sangat erat berkaitan dengan budaya, untuk di Jabar dengan konsumsi ikan sebesar 26 Kkal per tahun, kenyataannya  masih dibawah rata-rata nasional yaitu sebesar 30 Kkal per tahu. Dari masyarakat yang sudah terbiasa mengkonsumsi ikan, itu juga terbesar ada pada masyarakat yang tinggal di wilayah pantai.

     Himbauan tersebut sulit direalisasikan karena masyarakat di Jabar lebih banyak tertarik mengkonsumsi protein dari jenis hewan ternak daripada protein dari jenis ikan. Keadaan tersebut, sangat berbeda dengan masyarakat yang tinggal di wilayah Timur Indonesia seperti di Makasar.
    Masyarakat yang ada di Makasar, pada umumnya sudah menjadi tradisi makan ikan telah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari.

    Himbauan akan lebih efektif jika dilakukan dengan proses yang cukup lama karena lebih dominan . Langkah tersebut, perlu disosialisasikan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk membiasakan mengkonsumsi ikan khususnya untuk ikan segar karena jenis ikan yang lebih banyak dikonsumsi masyarakat Jabar adalah jenis ikan asin. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus