Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Otomotif terkoreksi kebijakan BI tentang uang muka

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/bank_indonesia2.JPG

    Bandung- Penjualan otomotif pada Idulfitri tahun ini tidak sebagus tahun lalu. Hal itu disebabkan adanya kebijakan minimal uang muka 25-30 persen bagi pembeli kendaraan yang membeli dengan cara kredit.

    Operation Manager Auto 2000 Jawa Barat (Jabar) Adrian Nur menyatakan pemberlakuan uang muka minimal 30 persen berlaku sejak Juni 2012. Imbasnya baru terasa pada penjualan bulan Juli, padahal sebelumnya diharapkan pada bulan tersebut akan ada lonjakan penjualan karena menjelang Idulfitri.

    "Biasanya menjelang Ramadan, angka penjualan mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, sekitar 25 persen. Tapi tahun ini justru penjualan turun, sekitar 4 persen dari Juni," ujarnya disela kegiatan buka bersama wartawan Bandung, di Aston Pasteur.

    Untuk wilayah Jabar, ia menargetkan penjualan sebanyak 9 ribu unit perbulan, atau dalam satu tahun sebanyak  108 ribu unit. Perubahan kebijakan uang muka tentunya akan sermakin memberatkan pencapaian target tersebut, sehingga kemungkinan akan ada refisi. Meski demikian, ia menyatakan tetap optimis penjualannya akan tetap tinggi.

    "Kami merubah strategi dengan menjual kepada kelas atas, mereka diannggap mampu untuk memberikan uang muka 30 persen."

    Adrian memperkirakan, efek pembatasan DP KKB itu tidak hanya dirasakan pihaknya, tetapi juga industri otomotif nasional secara keseluruah, tidak hanya roda dua tetapi juga roda empat .tjo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus