Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Evaluasi Mudik Lebaran Tahun 2012, Penggunaan Angkutan Umum Layak Didorong

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/mudik_motor.jpg

     

    Evaluasi atas penyelenggaraan situasi mudik Lebaran tahun 2012, jumlah kecelakaan di Jabar tercatat sebanyak 262 kasus kecelakaan. Dari jumlah kecelakaan tersebut, 173 kasus kecelakaan terjadi pada kendaraan roda dua.
     
     Hal tersebut  menunjukkan, kecelakaan terbanyak terjadi pada kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Keadaan tersebut, tidak boleh terus dibiarkan. Untuk memperbaikinya ke depan dibutuhkan solusi baik jangka panjang maupun jangka pendek, paparan Kadis Perhubungan Jabar, Dicky Sahromi dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Sate (27/8).
     
    Dicky, lebih lanjut memaparkan solusi jangka pendek, perlu disosialisasikan kepada semua masyarakat bahwa penggunaan kendaraan roda dua kurang memberikan keselamatan dan nyaman kepada pemudik. Dengan adanya hal tersebut, pemudik dihimbau untuk mempergunakan angkutan umum mengingat pengalaman pada mudik Lebaran tahun 2012 80% pemudik mempergunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.
     
    Solusi jangka panjang, ke depan perlu didorong penambahan angkutan umum. Dari sisi jenis angkutan umum, kereta api menjadi sebuah pilihan. Sehubungan dengan hal tersebut, baik dari sisi gerbong maupun rel perlu ada penambahan.
     
    Hal lain adalah penambahan infrastruktur jalan seperti jalan tol. Jika Jalan Tol Cisumdawu dan Jalan Tol Cikapali selesai dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi pemudik, paling tidak dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Harapannya untuk kedua infrastruktur tersebut dapat selesai 2 sampai 3 tahun ke depan.
     
    Pihak Pemprov. Jabar, untuk penambahan kereta api sudah memberikan dukungan diantaranya untuk jalur Cibungur-Tanjungrasa seluas 10 KM. Dukungan yang diberikan dalam bentuk dukungan pembebasan lahan. Jalur tersebut dinilai urgen untuk didukung karena dapat menghubungkan jalur Jabar Utara dan Tengah.
     
    Jalur tersebut, potensi penumpang juga tinggi. Bahkan jika nanti sudah beroperasi, ujar Dicky  dapat dipakai untuk angkutan barang.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus