Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jabar Himbau Masyarakat Kondisi Terkini Tangkuban Parahu

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0529WEB5.jpg

    Bandung- Gubernur jabar, H. Ahmad Heryawan dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Pakuan (3/9) mengungkapkan kondisi terkini di kawasan Gunung Tangkuban Parahu. Menurutnya, setelah bertemu dengan kepala BVMBG, Surono kondisi Tangkuban Parahu pada radius 1,5 KM dinyatakan berbahaya pada kesehatan masyarakat karena kadar SO2 sudah melebihi ambang batas.

    Standar SO2, hanya berkisar 2 ppm. Sementara di Tangkuban Parahu pada Senin pagi sudah mencapai 3,5 ppm. Kenyataan tersebut, menimbulkan adanya gas beracun yang membahayakan kesehatan masyarakat.

    Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Pemerintah Daerah melalui BPBD sejak pagi tadi (3/9) sudah menurunkan personil. Hal yang dikerjakan oleh pihak personil BPBD adalah mengamankan para pengunjung berikut pedagang agar tidak berada di radius 1,5 KM dari Gunung Tangkuban Parahu.

    Langkah tersebut, dilakukan untuk mengamankan masyarakat dari bahaya atas kondisi terkini yang ditimbulkan Gunung Tangkuban Parahu. Koordinasi khususnya dengan pihak BVMBG akan terus dilanjutkan selama kondisi tersebut belum kembali pada keadaan normal.

    Gubernur, menambahkan pihak Pemprov. Jabar, tidak mengharapkan terjadinya kerugian masyarakat akibat terjadinya kondisi tersebut mengingat Kawasan Tangkuban Parahu merupakan kawasan wisata sekaligus sebagai kawasan ekonomi masyarakat.

    Atas hal tersebut, himbauan tersebut bersifat fluktuatif. Penutupan Gunung Tangkuban Parahu akan bersifat On-Of. Jika kembali normal akan dibuka dan jika muncul lagi bahaya gas beracun maka kembali akan ditutup.

    Khusus di internal Pemprov. Jabar, ujar Gubernur koordinasi dilakukan dengan beberapa OPD masing-masing BPBD, Satpol PP dan Dinas ESDM.
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus