Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Atasi Masalah Ketenagakerjaan, Jabar Siapkan Empat Program Monumental

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/hening-widiatmoko212.jpg

    Evaluasi atas kondisi ketenagakerjaan saat ini masih ada hal yang mesti diselesaikan seperti masih adanya jumlah pengangguran terbuka di Jabar. Angka pengangguran terbuka di Jabar, dari tahun 2011 sampai 2012 ada pengurangan.

    Di tahun 2011, jumlah pengangguran terbuka di Jabar mencapai 1.982.448 orang atau sebesar 9,83%, sementara itu pada posisi Pebruari 2012 jumlah tersebut mengalami penurunan yaitu mencapai 1.969.006 orang atau sebesar 9,78% atau turun 2%.

    Untuk mengatasi masih adanya jumlah pengangguran terbuka di Jabar, kini disiapkan empat program monumental, ungkap Kadis Nakertrans Jabar, Hening Widiatmoko dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (24/9).

    Hening, lebih lanjut mengatakan keempat program monumental yang siap direalisasikan di tahun 2013 diakui banyak merupakan program lama. Program tersebut diakui kendati merupakan program lama tetapi mempunyai peran strategis dalam mengurangi masalah-masalah ketenagakerjaan di Jabar.

    Program tersebut, pertama perluasan 1 juta lapangan kerja. Target tersebut sudah tercapai di tahun 2011. Kendati jumlah 1 juta kerja sudah tercapai, perluasan lapangan kerja di tahun depan akan terus ditambah seiring permintaan pencari kerja baik untuk bekerja di dalam negeri maupun luar negeri.

    Kedua, perluasan kesempatan kerja bagi putra daerah. Untuk program ini sasaran perluasan kerja diarahkan bagi mereka yang sudah berdomisili di wilayah Jabar. Ketiga, peningkatan perlindungan hukum untuk TKI serta program keempat program Jabar mengembara.

    Hening, menambahkan untuk program Jabar mengembara sasaran pembukaan kesempatan kerja bisa dalam bentuk transmigrasi, penempatan kerja antar daerah dan penempatan kerja ke luar negeri. Untuk kepentingan kegiatan tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Jabar memfasilitasi dalam bentuk pelatihan.

    Untuk naker yang akan bekerja di sector formal fasilitasi pelatihan diantaranya penguasaan bahasa dan beberapa ketrampilan tertentu. Di tahun 2011, tercatat ada 2.600 peserta yang sudah dilatih. Dari jumlah peserta pelatihan tersebut, sebanyak 1.900 orang sudah bekerja di luar negeri. Dari yang ditempatkan di luar negeri sebagian besar mereka bekerja di  Malaysia dan Korea. Mereka  di Negara tersebut  bekerja di beberapa industri.

    Tentang Negara yang selama ini menjadi  sasaran  penempatan TKI, tiga Negara masih mendominasi  yaitu Malaysia, Korea dan Negara-negara di Asia Pasifik. Diakui, ujar Hening  untuk mempromosikan penempatan TKI ke beberapa Negara tidaklah mudah karena untuk penempatan TKI ke Negara lain harus ada MoU yang bersifat G to G (government to Government). (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus