Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demo Buruh Sudah ijin Polda

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0029-ex1.jpg

     

    BANDUNG -  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jabar, Hening Widiatmoko mengatakan aksi demo buruh sudah sesuai ijin kepolisian. "Izin aksi unjuk rasa terbit. Kami meminta para pekerja untuk berunjuk rasa secara tertib," ujarnya.
     
    Widi menyatakan, tema aksi unjuk rasa itu tidak hanya meminta kenaikan upah, termasuk, menaikkan KHL, tetapi juga menginginkan adanya moratorium outsourcing.
     
    Widi berpandangan, serikat pekerja juga jangan memaksa para pekerja untuk melakukan mogok kerja di satu daerah. “Jika terjadi mogok massal, ekonomi berpotensi lumpuh," tuturnya.
              
    Sementara itu, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar, Roy Jinto, menilai, salah satu unsur Keputusan Menteri (Kepmen) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kepmennakertrans) Nomor 13/2012, yaitu tentang poin standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL), perlu perevisian. Itu karena, kilahnya, angka nilai KHL dalam Kepmennakertrans itu, belum mewakili dan mengakomodasi kelayakan upah kalangan pekerja.
              
    "Hanya ada 66 item standar KHL dalam regulasi mengenai komponen dan teknis pelaksanaan pertahapan pencapaian KHL tersebut. Nah, penerapan standar KHL dalam Kepmen 13/2012 itu bagi para pekerja yang masih lajang. Sementara mayoritas pekerja, yaitu sekitar 80 persen, berstatus berkeluarga," urai Roy.
              
    Roy menyatakan, berdasarkan hal itu, pihaknya menginginkan terjadinya perevisian Kepmennakertrans 13/2012. Idealnya, lanjut Roy, kepmen itu memuat 86 poin berkaitan dengan standar KHL.
              
    "Tingkat kebutuhan antara pekerja yang berkeluarga dan lajang, tentu saja, tidak sama. Lebih tinggi tingkat kebutuhan pekerja yang sudah berkeluarga," cetusnya
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus