Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Keteladanan Ibrahim AS

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Gub2.JPG

    BANDUNG-Peringatan Hari Raya Idul Adha, salah satunya dilaksanakan dalam Shalat Ied yang berlangsung di Lapangan Gazibu, Kota Bandung (26/10), dengan Khatib Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan. Heryawan dalam isi khutbahnya menegaskan Makna Idul Adha sebagai momentum untuk meneladani Ibrahim AS dalam mewujudkan visi pendidikan.
     
    Menurut Heryawan, semua rangkaian ibadah haji dan Idul Adha tidak dapat dipisahkan dengan kisah nyata yang diperankan oleh keluarga ideal Nabi Ibrahim AS sebagai ayah, Siti Hajar sebagai ibu dan Nabi Ismail sebagai putera. Ketiga tokoh tersebut, memiliki kepribadian luar biasa, kepribadian yang menghimpun segala keutamaan, merangkum berbagai kebaikan dan mengimplementasikan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan nyata. Salah satu kunci yang menjadikan keluarga tersebut menjadi momumen sejarah adalah “jiwa pengorbanan”.
     
    Nabi Ismail sejak kecil dididik untuk memahami dan memiliki orientasi hidup yang jelas, dibiasakan mengutamakan ridla Allah SWT di atas segala kepentingan. Untuk konteks kekinilian, orientasi hidup seperti itu khususnya untuk kalangan remaja dituntut dapat menahan emosi untuk menjaga ketentraman orang banyak dan dapat menahan diri untuk tidak menimbulkan kerugian pada publik.
     
    Pemuda yang berkarakter mulia seperti Nabi Ismail tidak muncul tiba-tiba. Ia lahir dari sebuah proses panjang, yang berawal dari obsesi para pendidik, terutama ayah dan ibu, keteladanan mereka, tersedianya lingkungan yang mendukung dan upaya yang optimal.
     
    Heryawan, lebih lanjut memaparkan Nabi Ibrahim AS, mempunyai empat obsesi besar, yang tercermin dalam empat visi pendidikan yaitu pertama, mendirikan shalat, dengan shalat manusia mempunyai kejelasan orientasi hidup dan menjadikan hidup lebih terarah. Selanjutnya, orang yang memiliki kejelasan orientasi hidup akan menjadi hidup dengan dua sikap syukur dan sabar.
     
    Kedua, menjadi pribadi yang menawan di tengah masyarakat, pribadi yang mempengaruhi, bukan yang mudah terpengaruh. Untuk mewujudkan pribadi tersebut, dibutuhkan interaksi dengan lingkungan dan berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat.
     
    Ketiga, pendidikan harus menyiapkan anak didik yang mempunyai kemandirian ekonomi serta visi pendidikan keempat, ujar Heryawan adalah mencetak anak didik yang bersyukur kepada Allah SWT.
     
    Sementara itu, dalam rangkaian Shalat Idul Adha, pihak panitia melaporkan realisasi hewan qurban. Panitia dalam laporannya, mengungkapkan dari data yang masuk sampai 25 Oktober malam,  jumlah hewan qurban yang berhasil dihimpun dari PNS di lingkungan Pemprov. Jabar sebanyak 989 ekor sapiu dan 948 domba.
     
     Sedangkan untuk di lingkungan Kota Bandung, hewan qurban yang berhasil dihimpun 6.136 ekor sapi dan 16.803n ekor domba. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus