Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bedah Naskah Kuno Prabu Siliwangi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/tulis2.jpg

     

    BANDUNG - Data tentang Kerajaan Sunda atau Padjajaran hingga kini belum banyak diketahui dalam panggung sejarah Jawa Barat. Tokoh yang bergelar Prabu Siliwangi ini lebih banyak diungkap dalam ceritera lokal atau legenda.    
     
    "Sebagian masyarakat Jawa Barat mengidentikan tokoh Prabu Siliwangi adalah Sri Baduga Maharaja Raja Kerajaan Sunda. Dengan begitu hal tersebut akan dibedah oleh para ahli sejarah, filologi & sastra lisan sehingga akan diperoleh data yang akurat & lengkap sesuai dengan apa yang kita harapkan," papar Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Jawa Barat Drs. Nunung Sobari MM dalam acara pembukaan Bedah Naskah Kuno "Sri Baduga Dalam Kajian Sejarah, Filologi & Sastra Lisan" di Hotel Baltika Jl.Gatot Subroto Bandung, Rabu (31/10).
     
    Saat ini, lanjutnya, sekitar 146 naskah kuno yang disimpan di museum sebagian besar ditulis pada kertas media (bahan) kertas tradisional & buatan pabrik.
     
    "Terdapat juga yang menggunakan media daun (lontar & nipah) kayu & logam tembaga," jelasnya.  
     
    Sedangkan, untuk aksara & bahasa, menurut Nunung,  yang terdapat dalam naskah kuno koleksi Museum Sri Baduga yang beragam, yaitu Pranagari, Jawa Kuno, Sunda Kuno, Cacarakan, Arab (Pegon) & Latin. Sementara bahasa yang digunakan Jawa Kuno, Sunda Kuno, Jawa Cirebon & Arab. Nunung memaparkan kekayaan naskah kuno yang dimiliki masyarakat Jawa Barat jumlahnya banyak & beragam, yakni aksara, huruf, bahasa & bahan. Akan tetapi, sebagian besar telah rusak & bahkan disinyalir hampir punah. 
     
    "Sebagian besar khazanah naskah kuno belumlah terpelihara secara baik serta belum digali kandungan isinya secara optimal sehingga upaya penelitian, pengkajian dan penyebarluasan perlu makin terus ditingkatkan termasuk melaksanakan kegiatan bedah naskah kuno," ujarnya.
     
    Salah satu program yang sedang yang kini dilaksanakan Balai Pengembangan Museum Negeri Sri Baduga yaitu Transliterasi & Reproduksi Naskah Kuno (Digitalisasi & Penyalinan) melalui kegiatan peningkatan apresiasi permuseuman Jawa Barat.tejo
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus