Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan : Ketahanan Pangan Harus Terus Dipertahankan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_97919.jpg

    BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan perlunya secara konsisten melakukan upaya menjaga ketahanan pangan. Meski diakui bahwa tantangan membangun ketahanan pangan ke depan cukup komplek. Hal tersebut diantaranya terkait dengan pertambahan jumlah penduduk yang sudah tentu berdampak pada semakin meningkatnya kebutuhan pangan. Selain jumlahnya yang cukup juga berkualitas sehingga layak dikonsumsi. Tentu selain masalah jumlah penduduk, juga ada faktor penghambat lainnya, seperti; dampak pemanasan global, alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian serta menurunnya daya dukung lahan dan kapasitas lingkungan. Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-32 di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22 Kota Bandung, Jumat (12/10) pagi.
     
    “Bumi Jawa Barat dianugerahi siraman air dari langit sebanyak 81 miliar meter kubik per tahun. Untuk itu pemanfaatannya harus dioptimalkan. Jangan sampai saat kemarau kekeringan namun saat penghujan kebanjiran. Semua air yang jatuh harus bermanfaat, khususnya bagi kelangsungan ketersediaan pangan. Sehingga, selain secara teknis dibangun sejumlah bendungan dan penampungan air, juga perlunya menjaga keseimbangan alam melalui rehabilitasi hutan dan menjaga kawasan hijau. Dengan demikian diharapkan, ketahanan pangan di Jawa Barat dapat terus dipertahankan,” tegas Heryawan di hadapan sekitar 2000 orang peserta apel termasuk atlit Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Porpemda) 2012 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan berlaga di  Kabupaten Kuningan mulai 16 hingga 19 Oktober 2012.
     
    Lebih dari itu, Heryawan menuturkan perlunya upaya penganekaragaman produk pangan olahan non beras dan non terigu sebagai bentuk kegiatan ketahanan pangan. Apalagi Jawa Barat dilimpahkan kekayaan sumberdaya alam yang cukup banyak dengan aneka ragam hayati, baik flora maupun fauna. Sehingga sejatinya, kawasan Jawa Barat terhindar dari kekurangan bahan pangan apalagi gizi buruk. Bahkan khusus capaian produksi gabah sebagai komoditi pokok, telah mampu mencapai kisaran 11 juta ton. Dengan hasil tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai produsen beras terbesar Nasional. Dan mampu berkontribusi secara signifikan terhadap Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
     
    Dalam laporannya Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat Diden Trisnadi menyampaikan sejumlah hal antara lain terkait dengan rangkaian pelaksanaan kegiatan HPS Tingkat Provinsi Jawa Barat, antara lain; kegiatan penilaian penghargaan, lomba makanan olahan, pencanangan gerakan minum susu dan telor, gerakan makan buah lokal, pameran pangan olahan non beras dan non terigu dan demonstrasi masak berbahan baku non beras dan non terigu. Selain itu dilaporkan pula tentang kegiatan Porpemda, dimana kontingen Pemprov Jabar mengirim 220 orang (165 atlit/pelatih/manajer dan 55 pembina/tenaga pendukung) dengan jumlah cabang olahraga yang diikuti sebanyak 11cabang, yakni; bola basket, futsal, bola volley, catur senam, gerak jalan, golf, tenis lapangan, tenis meja, bulutangkis dan biliar.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus