Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Tandatangani Deklarasi Harmoni Industri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Deklarasi-Apindo-dan-Buruh.jpg

    CIKARANG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap semua pihak menjaga suasana kondusif dalam berusaha dan bekerja. Untuk itu, dirinya mengajak pengusaha dan pekerja senantiasa bersama-sama agar suasana kerja dan investasi berjalan harmonis. Guna mewujudkan hal tersebut Gubernur Jawa Barat bersama masyarakat industri Bekasi menandatangani bersama Deklarasi Harmoni Industri, Kamis (8/11) kemarin di Cikarang Technopark Building, Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi. Pada kesempatan acara yang berjalan dalam suasana hangat dan akrab itu hadir sejumlah pihak yang mewakili Pemerintah, Pengusaha dan Pekerja.

    "Ini adalah upaya yang baik dari masyarakat industri di sini. Para pengusaha, buruh, asosiasi, dan Muspida bersatu menjaga kesinambungan usaha. Ini bisa dijadikan contoh untuk daerah lain," jelas Gubernur yang akrab disapa Kang Aher ini usai menandatangani piagam deklarasi. Deklarasi yang digelar di kawasan industri Cikarang ini juga ditandatangani oleh Bupati Bekasi, Pimpinan DPRD Bekasi, Kapolres Bekasi, Danrem Bekasi, pengusaha dan asosiasi, perwakilan buruh dan organisasi buruh, serta kepala desa di sekitar kawasan industri Cikarang.

    Untuk mencapai harmonisasi, menurut Kang Aher, diperlukan komunikasi yang lancar antar semua pihak. "Jangan sampai saling mengancam, satu ancam mogok, satu lagi ancam bubar. Harus ada spirit untuk saling membahagiakan, saling komunikasi," kata Kang Aher. Kang Aher berharap meski industri manufactur terbesar ada di Jabar, 55 persen dari total industri di Indonesia, Jabar akan tetap harmonis. "Mari kita buktikan Jabar tetap paling aman bagi investasi dan kalangan usaha," tandas Kang Aher.

    Berikut enam poin Deklarasi Harmoni Industri: Pertama, beritikad baik dan bertekad untuk bersama-sama menjaga, melindungi dan mengayomi keberadaan dan kesinambungan kawasan industri dan perusahaan dalam mewujudkan cita dan visi bersama.

    Kedua, bersepakat untuk menciptakan hubungan kerjasama yang baik, saling menghormati dan menghargai serta bersinergi di antara para pelaku dan pemangku kepentingan dunia usaha baik dari kalangan pengusaha, pekerja, pemerintah daerah maupun pusat, serta elemen masyarakat.

    Ketiga, bersepakat untuk menjunjung tinggi, mentaati dan menegakkan supremasi hukum melalui perundangan, peraturan serta norma yang berlaku secara konsisten dan konsekuen serta bertanggung jawab dalam melaksanakan  kerjasama dan hubungan industrial bermartabat dan berkeadilan yang saling bermanfaat dan menguntungkan bersama.

    Keempat, bersepakat untuk mengutamakan dan mengedepankan musyawarah mufakat dan dialog yang beretika dan berakhlakul karimah secara damai, tertib dan nyaman bagi semua pihak dalam menyelesaikan perbedaan maupun perselisihan yang terjadi.
     
    Kelima, bersepakat untuk meningkatkan produktifitas dunia usaha yang berdaya saing, mendorong pengembangan dan pemberdayaan kualitas  sumber daya manusia serta mengutamakan kemajuan potensi daerah maupun kearifan lokal.

    Keenam, bersepakat  untuk menjaga ketenteraman, ketenangan berusaha, kestabilan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing serta pengaruh positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar demi terciptanya iklim usaha yang kondusif, berdaya saing dan berkesinambungan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus