Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ekspor Kerajinan Rotan Membaik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/krajinan-rotan1.jpg

    BANDUNG - Ekspor kerajinan rotan dari kawasan industri kerajinan rotan Cirebon terus membaik. Diperkirakan saat ini mencapai 1500 kontainer per bulan atau setara USD15 juta. Jumlah tersebut naik sekitar 50%, dibandingkan pada awal 2012.

    "Sebelumnya ada perlambatan. Perlambatan ekspor kerajinan rotan pada periode tersebut disebabkan minimnya suplai rotan mentah, akibat dibukanya keran ekspor rotan mentah oleh pemerintah. Sejak bulan Juni 2012, ekspor kerjinan rotan terus membaik. Saat ini volume ekspor dari Cirebon rata-rata mencapai 1500 kontainer per bulan dengan nilai penjualan rata-rata USD10 ribu per kontainer," jelas Ketua Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) Jabar Sumarca kepada wartawan di Bandung.

    Walaupun pasar Eropa dan Amerika sebagai tujuan utama ekspor mengalami perlambatan ekonomi, namun industri kerajinan Cirebon terbantu oleh pembukaan pasar baru di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Ketiga kawasan tersebut menyumbang volume ekspor cukup besar.

    Menurut Sumarca, ketiga kawasan tersebut menyumbang sekitar 30% dari total ekspor kerajinan rotan dari Cirebon. Sementara sisanya masih di ekspor ke kawasan Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika, dan Jepang.

    "Walaupun pangsa pasar baru, tapi serapan terhadap produk rotan sangat tinggi. Dari 1500 kontainer per bulan, 30% masuk ke pangsa pasar baru," pungkas dia.

    Menurut dia, Asia, Afrika, dan Timur Tengah cukup menolong ekspor kerajinan rotan Cirebon. Karena, ekspor ke Eropa dan Amerika mengalami perlambatan cukup signifikan. Selain ketiga kawasan tersebut, ekspor kerajinan rotan Cirebon juga mulai menggarap pangsa pasar potensial di Asia. Seperti China, Vietnam, dan India.

    "Produk furniture seperti kursi dan meja menjadi produk yang paling di minati," jelas dia.


    Sementara untuk produk aksesoris lainnya, belum terlalu diminati. Menurut dia, belanja produk furnitur masih pada produk kebutuhan pokok. Belum ke produk lainnya. Tejo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus