Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Siapkan 100 Miliar Bangun RKB PTS

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Universitas_Maranatha_3.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan komitmennya membangun dunia pendidikan. Selain menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan membangun Ruang Kelas Baru (RKB) bagi sekolah dasar dan menengah. Kini giliran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bakal mendapat jatah pengembangan Ruang Kuliah Baru (RKB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tidak tanggung-tanggung, untuk tahun 2013 Heryawan berencana mengalokasikan Rp 300 juta untuk masing-masing PTS di Jabar yang jumlahnya mencapai 350 institusi.
     
    “Jadi totalnya kurang lebih Rp 100 miliar-an. Masing-masing bisa dapat sekitar tiga ruang kuliah baru,” jelas Heryawan, yang akrab disapa Kang Aher ini di Universitas Kristen Maranatha, Jl Surya Sumantri 65 Kota Bandung saat membuka seminar Lembaga Akreditasi Mandiri dan UU tentang Perguruan Tinggi, Selasa (13/11). Program tersebut menurutnya merupakan kelanjutan dari peningkatan kualitas pendidikan di Jabar, terutama pembangunan RKB. Pada tahun-tahun sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkonsentrasi pada penguatan di pendidikan dasar dan menengah.
     
    Lebih lanjut Heryawan menegaskan setelah membantu SD hingga SLTA, kini saatnya pengembangan perguruan tinggi. Karena angka partisipasi masyarakat Jabar di perguruan tinggi hanya 11 persen. Kondisi tersebut lebih rendah dari provinsi lain. Sehingga sangat mendesak untuk melakukan terobosan luar biasa. Apalagi sejumlah perguruan tinggi kelas dunia ada di kawasan Jawa Barat. Tentu pembangunan RKB bagi perguruan tinggi, meruapakan bagian yang harus dilaksanakan. “Ini ironi yang harus dituntaskan, karena beberapa perguruan tinggi berkelas dunia ada di Jabar,” jelasnya.
     
    Kesuksesan pengembangan RKB untuk pendidikan dasar dan menengah ini bisa dilihat dari meningkatnya angka partisipasi masyrakat dalam menempuh pendidikan. Sebagai contoh pada 2008, angka partisipasi untuk SD mencapai 95 persen. Setelah adanya program perbaikan sarana pendidikan, pada 2011 angka partisipasinya mencapai 119 persen.“Itu data BPS, saya tanya kok bisa 119 persen? Ternyata 19 persen kelebihannya itu berasal dari penduduk perbatasan di Jawa Tengah yang memilih sekolah di Jabar, karena sarana punya kita lebih baik. Selain itu juga ada anak-anak yang masih 6 tahun sudah masuk SD,” paparnya.
     
    Hal yang sama juga terjadi pada angka partisipasi SLTA. Pada 2008 angka partisipasi hanya 49 persen, sampai pada 2011 sudah meningkat menjadi 60 persen. “Nah sekarang giliran perguruan tinggi, selain nanti juga ada program pendukung lainnya, seperti program beasiswa,” jelasnya.
     
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus