Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PT Jamkrida akan Dorong Usaha KUMKM

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/GUBERNUR-ONFACE9.jpg

    BANDUNG-Jika Raperda ini dapat diterbitkan menjadi Perda, maka Perda tersebut menjadi payung hukum yang dapat membantu KUMKM meningkatkan produktivitas, menyerap tenaga kerja, memiliki daya saing positif dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    Hal demikian, mengemuka dalam jawaban Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan dalam sidang paripurna DPRD Jabar, Senin (26/11) dengan agenda Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi atas 12 Raperda.

    Gubernur, atas Raperda tentang Penyertaan Modal Pemprov.Jabar  pada PT Jamkrida Jabar mengungkapkan tujuan awal didirikan PT Jamkrida Jabar adalah untuk meningkatkan kemampuan pendanaan dan memperlancar kegiatan ekonomi, khususnya KUMKM guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    PT Jamkrida memiliki usaha di bidang penjaminan yang mempunyai manfaat ekonomi, sekaligus manfaat sosial bagi pegembangan KUMKM dan memiliki keunggulan karena dapat mendukung program pemerintah seperti Kredir Cinta Rakyat (KCR). Dengan program tersebut, dapat saling mendukung.  Untuk KUMKM yang feasible tetapi bankable dapat mengajukan pinjaman KCR kepada PT bank bjb, dengan penjaminan dari PT Jamkrida Jabar, setelah melalui proses analisa penjaminan.

    Jika Raperda ini dapat diterbitkan menjadi Perda, maka Perda tersebut menjadi payung hukum yang dapat membantu KUMKM meningkatkan produktivitas, menyerap tenaga kerja, memiliki daya saing positif dan meningkatkan pendapatan masyarakat, jelas Gubernur.

    PT Jamkrida Jabar, jelas Gubernur dapat mendukung kegiatan KUMKM yang meliputi koperasi sebanyak 23.091 unit dan UMKM sebanyak 8.249.754 unit dengan penyerapan tenaga kerja 15.027.594.

    Setiap Unit investasi pada sektor KUMKM dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bila dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha besar. Sektor KUMKM menyerap 88,54% dari 17,18 juta tenaga kerja yang bekerja di Jabar. Kontribusi KUMKM terhadap PDRB Jabar mencapai 64%. Sedangkan alokasi kredit perbankan Jabar untuk modal kerja KUMKM 33,76% dari total nilai Rp.83,41 triliun dengan Non Performing Loan (NPL) 3,66%.

    Untuk rencana penyertaan modal dalam Perubahan anggaran tahun 2012 telah dikaji berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 2006 tentang Penyertaan Modal Daerah dan Perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang Perusahaan Penjamin Kredit Daerah Jabar, yang meliputi aspek administratif, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek legal.

    Khusus untuk kotribusi dari PT Jamkrida  pada PAD, BUMD tersebut diberikan keleluasaan untuk berinvestasi serta melakukan kegiatan penjaminan lainnya, misalnya penjaminan terhadap pengadaan barang dan jasa, penjaminan atas surat utang, penjaminan transaksi dagang, penjaminan bank garansi, penjaminan surat berdokumen dalam negeri dan penjaminan letter of credit.

    Prospek PT Jamkrida, sambung Gubernur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan PAD setelah mendapat tambahan penyertaan modal sampai dengan  terpenuhinya modal dasar sebesar Rp.153 milyar, tergambar dalam business plan, yaitu proyeksi rugi-laba.


    Pada tahun 2013, proyeksi keuntungan  setelah pajak sebesar  Rp. 532 juta, pada tahun 2014 proyeksi sebesar keuntungan setelah pajak sebesar Rp.2,06 milyar. Di tahun 2015, proyeksi keuntungan setelah pajak sebesar Rp.9,19 milyar.

    Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ujar Gubernur, melalui perkembangan KUMKM yang mendapat penjaminan kredit dari PT Jamkrida yaitu proyeksi pada tahun 2013 sebanyak 27.073 unit, proyeksi di tahun 2014 sebanyak 44.583 unit dan proyeksi pada tahun 2015 sebesar 99.735 unit. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus