Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Banyak Perusahaan Ajukan Penangguhan UMK

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/kadistransw.jpg

     

    Bandung - Cukup banyak perusahaan yang ingin mengajukan penangguhan upah minimum kota (UMK) 2013 kepada pemerintah provinsi Jawa Barat. Jumlahnya lebih dari 100 perusahaan besar dan kecil. Sektor industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) diperkirakan terbanyak ajukan penangguhan.
     
    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Hening Widyatmoko mengatakan, perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK 2013 diperkirakan akan jauh lebih besar dibanding tahun 2012. 
     
    "Informasi yang diterima Disnakertrans Jabar, ada sekitar 90 perusahaan di salah satu kabupaten/kota yang telah mengajukan penangguhan kepada pemerintah daerah setempat. Saya dengar ada satu kabupaten/kota di mana, 90 perusahaan yang mengajukan penangguhan kepada pemerintah setempat,” kata Hening Widyatmoko di sela-sela Jamsostek Jabar Award 2012 di Bekasi, Senin (10/12). 
     
    Menurut dia, perusahaan di kabupaten/kota yang mengalami kenaikan UMK di atas Rp2 juta, dipastikan paling banyak mengajukan penangguhan. 
     
    Ada enam kabupaten/kota yang UMK-nya di atas Rp2 juta. Yaitu Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kota Karawang, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi.
     
    “Ajuan penangguhan itu saat ini masih di pemerintah daerah. Karena, mekanismenya, sebelum di serahkan ke pemerintah provinsi, harus melalui pemerintah daerah terlebih dahulu. Kalau secara administrasi memenuhi syarat, baru diajukan ke Pemprov Jabar,” ujarnya. 
     
    Perusahaan, masih memiliki waktu sampai tanggal 21 Desember 2012 untuk mengajukan penangguhan ke pemerintah daerah.
     
    Lebih lanjut Hening menjelaskan, perusahaan yang diperkirakan banyak mengakukan penangguhan UMK yaitu dari industri TPT. Mereka mempekerjakan karyawan dalam jumlah cukup besar. Diakui dia, biasanya perusahaan tersebut adalah perusahaan kelas menengah dengan karyawan ribuan. Sementara kelompok industri tekstil kelas kecil, biasanya tidak bisa berbuat banyak. Karena terkendala administrasi. Tejo
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus