Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    KPU : Tayangan di TV Bukan Curi Start Kampanye

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0011.jpg

    BANDUNG - Keuntungan petahana (incumbent) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 dapat menyosialisasikan pencalonannya dibalik sosialisasi program-program pemerintah. Meski diekspos besar-besaran di media massa, selaku pejabat masih berwenang menyampaikan program pemerintahannya kepada publik, sehingga tindakannya ini tidak bisa dikatagorikan mencuri start kampanye.

    Hal itu karena Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) sendiri belum mengeluarkan aturan tentang kampanye, tahapan kampanyenya masih jauh dan baru akan dimulai awal Februari mendatang, maka penayangan sosialisasi program pemerintah yang dilakukan petahana selama ini belum masuk pelanggaran. Selain itu, petahana yang bersangkutanpun dalam Pilgub 2013 masih sebagai bakal calon dan belum ditetapkan menjadi calon.

    “Kami tidak bisa mengatakan tayangannya di televisi sebagai kampanye. Sebab, yang disebut kampanye harus memenuhi unsur-unsur kampanye, antara lain ada penyampaian visi-misi dari yang bersangkutan, ada massa  dan ada ajakan. Unsur-unsur saling berkaitan. Artinya, kalau salahsatu tidak ada, tidak bisa dikatakan kampanye. Jadi kami masih menganggap tampilannya di teve baru sebatas sosialisasi, yang ada untungnya bagi KPU, yaitu menyosialisasikan Pilgub,” ungkap Komisioner KPU Jabar, Iin Endah Setiawati menjawab pertanyaan seorang peserta Sosialisasi Pilgub 2013 bagi MGMP PKn. SMK

    (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Kejuruan) se-Jawa Barat, di SMKN 12 Jl. Pajajaran Bandung, Rabu (12/12).

    Iin mengungkapkan, calon yang paling diuntungkan terutama dalam setiap pilkada (pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah), adalah petahana yang masih memegang posisi pejabat tertinggi di pemerintahannya.

    Kepada lebih dari 100 guru PKn SMK se-Jabar yang hadir dalam sosialisasi tersebut, ia mengatakan peran media massa sangat penting dalam pendidikan politik dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu. Sedangkan partisipasi digalang melalui pendidikan politik mengenai sistem demokrasi yang diberlakukan di tanah air secara baik dan benar, dengan menjunjung tinggi asas pemilu yang Jurdil (jujur dan adil) dan Luber (langsung, umum, bebas dan rahasia).

    “Di negara kita, memilih adalah hak bagi warga negara. Berbeda dengan Australia, Republik Rakyat China dan beberapa negara lainnya, memilih adalah kewajiban dan ada sanksi hukumnya bagi warga jika tidak menggunakan hak pilihnya. Oleh karenanya, para guru PKn sangat diharapkan ikut menyosialisasikan Pilgub untuk menggugah pemilih, khususnya pemilih pemula dari kalangan pelajar, supaya berpartisipasi datang ke TPS (tempat pemungutan suara) untuk melaksanakan pencoblosan pada hari Minggu tanggal 24 Februari nanti,” harap Iin.tejo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus