Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pedagang Daging Sapi Ancam Mogok Jualan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Pedagang-Daging-Sapi-Ancam-Mogok-Jualan.jpg

     

    Bandung - Harga sapi potong dirasakan pedagang terus melonjak membuat harga daging dipasaran ikut naik. Pedagang pun kesulitan menjual dengan harga yang selangit. 
     
    "Dalam satu pekan, harga daging pada tingkat rumah potong hewatn ( RPH ) terus naik, sebesar Rp 3.000 per kilogram untuk karas (daging dan tulang)," ungkap Ketua DPD Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (APDASI) Jabar, Dadang Iskandar melalui telepon. 
     
    Dadang mengatakan, saat ini, harga jual karas di RPH Rp 70 ribu per kilogram atau lebih mahal dibandingkan dengan saat bulan puasa dan Idul Fitri lalu, yaitu sekitar Rp 60.000 -65.000 per kilogram. Tingginya harga karas menyebabkan harga jual daging pada tingkat pasar tradisional pun naik. 
     
    "Tidak tertutup kemungkinan, dalam beberapa hari mendatang, harga jual daging pada level pasar tradisional melebihi Rp 100 ribu per kilogram. Ini memberatkan, tidak hanya kami, para pedagang, tetapi juga konsumen," tambahnya. 
     
    Dadang berharap pemerintah, mulai pusat, provinsi, sampai kota-kabupaten, untuk melakukan langkah-langkah strategis guna mengendalikan harga jual daging sapi.  Jika tidak ada langkah konkrit, para pedagang daging di Bandung Raya, Sumedang, Ciamis, dan lainnya, bersepakat untuk melakukan aksi mogok berjualan pada hari Senin hingga Rabu. 
     
    "Tapi, jika pemerintah tetap tidak ada langkah kongkret untuk menyikapi tingginya harga jual daging sapi pada tingkat RPH, bisa saja, aksi itu kami lakukan lebih lama lagi."
     
    Dia menduga tingginya harga sapi potong itu karena ada ulah spekulan ber modal besar.sebab di check point Jabar, yaitu Banjar (Kota Banjar) dan Losari (Kabupaten Cirebon), cukup banyak sapi yang masuk ke Jabar dari Jateng dan Jatim, termasuk Madura serta Nusa Tenggara. Seharusnya jika stok sapi potong melimpah maka harga daging akan tetap stabil."Saya harap pemerintah segera turun tangan mencari sebabnya." Tejo 
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus