Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Adakan Rakor Penanganan Banjir di Karawang

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Gubernur-Tinjau-Warga-Sumedangan-Pasca-Banjir.jpg

    KARAWANG-Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Heryawan memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir bersama Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara, MH, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Unsur Muspida dan Bupati/Walikota se-wilayah II Jawa Barat. Rapat digelar di Aula Gedung Singaperbangsa Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Senin pagi (21/1), membahas penanganan dan evaluasi banjir yang melanda beberapa daerah di Jawa Barat seperti Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Subang.

    Rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut membahas analisis penyebab/kronologis terjadinya banjir dan kesiapan setiap daerah dalam upaya penanggulangan pasca banjir.

    Di awal rapat, Gubernur mengatakan bahwa jika dibandingkan tahun sebelumnya, saat ini penanganan banjir sudah cukup baik dilakukan karena kondisi daerah lebih siap dalam menghadapi datangnya banjir.

    Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, Gubernur telah mengidentifikasi beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam penanggulangan banjir, yaitu menambah jumlah perahu karet dan mengkalkulasikan jumlah perahu karet yang harus dimiliki setiap daerah untuk mengantisipasi jika terjadi banjir dalam keadaan terburuk di masa yang akan datang.

    Permasalahan selanjutnya adalah ketersediaan logistik non beras, karena saat ini di Propinsi Jawa Barat masih tersedia stok beras 350 ribu ton beras dan diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan korban banjir. Selain itu, setiap daerah yang rawan terkena bencana harus menyiapkan minimal 1 dapur umum mobiling yang mampu menyediakan 1000 bungkus dalam 2 jam. Kemudian, untuk areal sawah yang rawan dan tergenang banjir harus segera diantisipasi, karena jika sawah terendam lebih dari 4 hari akan menyebabkan padi membusuk dan gagal panen. Disamping itu Pemerintah akan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada korban banjir, bantuan perbaikan rumah untuk kategori rumah rusak berat, dan bantuan peralatan sekolah bagi siswa korban banjir.

    Dalam kesimpulannya, gubernur juga memfokuskan perbaikan darurat pada tanggul yang jebol seperti tanggul Bojong di Kabupaten Bekasi, Tanggul Batu Jaya di Kabupaten Karawang, dan Kali Bekasi di Kota Bekasi dengan memutus aliran sungai bukan aliran banjir sehingga air tidak masuk ke perumahan warga. Anggaran untuk penanggulangan banjir saat ini dapat diperoleh dari dana tidak terduga Propinsi Jawa Barat sebesar 75 milyar rupiah.      

    Usai rapat Gubernur Ahmad Heryawan, Bupati Ade Swara, beserta sejumlah peserta rakor langsung meninjau titik pertemuan antara Sungai Cibeet dan Sungai Citarum, di Dusun Sumedangan, Desa Purwadana, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang. Tingginya debit air di kedua sungai tersebut menyebabkan banjir melanda warga sekitar titik pertemuan tersebut pada Jumat (18/1), dengan genangan air hingga mencapai 150 cm.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus