Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Soal Isthithoah: Kemkes Perlu Bicara Dengan MUI

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/ledia-hanifa-21.jpg

    JAKARTA-Banyaknya calon jamaah haji yang sakit di tanah suci, membuat anggota komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah merasa sangat prihatin.  Sebab sakitnya pada calon haji ini bukan sekedar sakit ringan seperti batuk pilek tetapi banyak yang juga mengidap sakit berat.

    “Ada pasien penderita diabetes dengan kondisi sudah mengalami gangren, ada jamaah penderita kanker, ada yang sakit jantung, ada yang mengidap tumor cukup parah hingga harus dilakukan operasi dan bahkan di Madinah saja sudah ada 84 jamaah yang harus menjalani cuci darah sehingga mesti dirujuk ke rumah sakit  milik pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” kata Ledia menceritakan lagi pengalamannya saat menjadi pengawas haji tahun lalu.

    Karena itu, usai mengikuti rapat kerja dengan Wakil Menteri Kesehatan, Muhammad Ali Gufron, Senin (4/3) Ledia meminta Kementerian Kesehatan untuk proaktif menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait masalah isthithoah atau kemampuan untuk berhaji.

    Sebab, kata wakil Pimpinan PKS ini, kemampuan berhaji semestinya tak hanya dilihat dari sisi pertimbangan finansial tetapi mempertimbangkan kemampuan kesehatan.

    Niat orang untuk beribadah memang tak boleh dihalangi, tetapi memastikan setiap orang bisa beribadah secara maksimal salah satunya dengan kesehatan yang prima jelas juga penting. “Jangan sampai terjadi, bersikeras berangkat tanpa kondisi kesehatan prima malah membuat sakit itu bertambah berat setibanya di tanah suci.  Akibatnya, ibadah pun terganggu dan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal,” tambah Ledia.

    Selain itu, Ledia juga mengingatkan Kemenkes untuk mendorong puskesmas agar tampil lebih proaktif dalam hal melayani calon jamaah haji.

    “Puskesmas sebagai ujung tombak penyelenggaraan kesehatan haji jangan hanya menjadi petugas pemeriksa kesehatan calon jamaah haji tetapi juga mesti aktif memberikan penyuluhan bagaimana menjaga kesehatan tubuh jamaah, baik di masa sebelum berangkat haji sampai berangkat dan juga bagaimana menjaga kesehatan selama menjalani prosesi ibadah haji. “
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus