Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Legislatif Jabar Awasi Rutin Kinerja PT BJB Tbk

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Legislatif-Jabar-Awasi-Rutin-Kinerja-PT-BJB-Tbk.jpg

     

    BANDUNG- Legislatif Jabar, mengawasi secara rutin kinerja BUMD, diantaranya PT BJB Tbk  Pengawasan dimaksudkan agar PT BJB Tbk  sebagai aset masyarakat Jabar dapat dipertahankan berkinerja bagus, papar Anggota Komisi C DPRD Jabar, Yoga Santosa di Kantor DPRD Jabar (12/3).
     
    Yoga, lebih lanjut memaparkan pengawasan dilakukan diantaranya melalui peninjauan langsung ke kantor-kantor bjb, baik yang ada di wilayah Jabar dan Banten maupun yang ada di Provinsi lain. Jika dihitung, dalam sebulan rata-rata 6 kali meninjau PT BJB Tbk.
     
    Dari hasil peninjauan selama ini, tak ada ditemukan masalah pelanggaran di PT BJB Tbk, baik masalah administratif maupun masalah hukum. Melalui pengawasan yang rutin diharapkan kinerja PT BJB Tbk, dapat dipertahankan, dimana untuk saat ini PT BJB Tbk dapat bertahan menjadi BPD terbaik di Indonesia.
     
    Seiring, dengan prestasi tersebut, kepercayaan masyarakat akan terus dijaga. Jika ada pelanggaran di lembaga PT BJB Tbk baik administrasi maupun hukum, akan diproses sesuai prosedur yang berlaku dengan orientasi pada upaya menjadi kondusitivitas lembaga perbankan agar tidak terjadi rush.
     
    Yoga, dalam bagian lain keterangannya mengatakan berdasarkan evaluasi atas hasil pengawasan, seiring dengan penerapan kebijakan IPO di PT BJB Tbk, komposisi kepemilikan sahan milik Pemda yang semula 51%, kini berubah menjadi 38,6%.
     
    Temuan berikutnya, dalam rangka mewujudkan program pemerintah yaitu dukungan penguatan ekonomi di daerah melalui fasilitasi dana untuk KUKM yang diimplementasikan melalui program Kredit Cinta Rakyat (KCR), dari dana sebesar Rp.165 miliar yang ditargetkan dapat tersalurkan tuntas di tahun 2016.
     
    Kini, ujar Yoga program KCR,  penyerapan kredit tersebut sudah mencapai Rp.134 miliar. Suku bunga juga untuk kredit tersebut, semula 9% per tahun menjadi menurun menjadi 4% per tahun. (Nur)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus