Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemerintah Ingatkan Ancaman Makanan Berbahaya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Pemerintah-Ingatkan-Ancaman-Makanan-Berbahaya.jpg

     

    BANDUNG- Pemerintah melalui Balai  Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) mengingatkan masih adanya ancaman makanan berbahaya yang harus diantisipasi penggunaan yang tidak disengaja oleh masyarakat karena makanan tersebut, akan berdampak mengganggu kesehatan masyarakat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
     
    Hal demikian, diungkapkan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Bandung, Supriyanto Utomo, dalam kegiatan roadshow SD tahun 2013 yang berlangsung di Kantor SD Pamulang, Jalan Karawitan Kota Bandung (15/3).
     
    Supriyanto, lebih lanjut menuturkan dari ancaman makanan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat, diantaranya jajanan anak. Jajanan anak, dari hasil pemantauan Balai POM, di beberapa daerah sempat ditemukan adanya makanan yang mengandung zat berbahaya yang mengganggu kesehatan.
     
    Munculnya, makanan jenis tersebut, dikarenakan ada kalangan pedagang yang membuat makanan tersebut dengan pertimbangan murah dan meriah bahkan dalam rangka pertimbangan makanan tahan awet mempergunakan zat berbahaya bagi kesehatan seperti formalin . Dari hasil peninjauan, penggunaan zat formalin ditemukan dalam makanan jenis tahu, baso dan mie basah. Di sebagian kalangan pedagang, munculnya keadaan tersebut dikarenakan tidak adanya pengetahuan akan makanan bergizi dan makanan aman untuk kesehatan.
     
    Kondisi tersebut, tidak boleh dibiarkan karena jika makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak, 20 tahun mendatang, akan menderita berbagai penyakit seperti gagal ginjal, kanker dan penyakit berat lainnya. Sebagai solusinya pemerintah bisa membuat kegiatan atau sosialisasi, dengan target outcome adanya perubahan perilaku khususnya pedagang sehingga para pedagang bisa mempergunakan bahan makanan yang berkualitas dan tidak mempergunakan bahan yang membahayakan kesehatan masyarakat.
     
    Supriyanto, menambahkan dalam rangka mencegah adanya makanan yang mengandung zat berbahaya, khususnya jajanan anak-anak BPOM menggelar roadshow, dalam kegiatan tersebut dilaksanakan Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Melalui kegiatan tersebut, murid, guru, orang tua murid dan pedagang di lingkungan sekolah diajak untuk belajar bersama mengenai keamanan pangan.
     
    PJAS, sejak dicanangkan pada tahun 2011, pelaksanaan aksi nasional tersebut telah menunjukkan hasil yang bermakna, antara lain peningkatan persentase keamanan PJAS yang memenuhi syarat dari 56% sampai 60% pada tahun 20008-2010 menjadi 65% pada tahun 2011 dan 76% pada tahun 2012.
     
    Untuk cakupan aksi Nasional SD/MI, yang diintervensi sebanyak 8.561 sekolah. PJAS, kini diperkirakan mampu melindungi sekitar 1,4 juta siswa dari PJAS yang tidak aman serta sekitar 2,8 juta orang siswa, 85.000 guru SD, 85.000 pedagang dan 25.000 pengelola kantin telah terpapar KIE keamanan pangan.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus