Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Perusahaan Wajib Melakukan Tera

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/images3.jpg

    BANDUNG - Menjelang bergulirnya ajang ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015, negara-negara Asia Tenggara terus melakukan persiapan. Satu di antaranya, melakukan standardisasi metrologi.

    "Pemerintah sepakat bersama negara-negara ASEAN untuk mengacu pada standar metrologi internasional. Itu meliputi alat ukur, timbang, dan
    takar," tandas Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, acara Asean Consultative Committee for Standard and Quality Working Group 3
    on Legal Metrology (ACCSQ WG3) di Hotel Holiday Inn, Jalan Ir Djuanda Bandung, Rabu (1/5).

    Kesepakatan ini memiliki arti penting karena saat AEC 2015 bergulir, beragam produk berbagai negara dapat secara bebas beredar di
    Indonesia. Sebaliknya, produk Indonesia pun dapat beredar secara bebas di negara ASEAN.

    Bayu mengatakan ada satu poin yang disepakati negara-negara ASEAN. Yakni pre package products bagi produk dalam keadaan terbungkus.
    Adanya kesepakatan itu, produk negara-negara ASEAN yang menggunakan berbagai satuan, misalnya, liter, kilogram, sentimeter, dan
    sebagainya, harus sesuai dengan alat ukur berstandar internasional.

    Bagi Indonesia, hal ini tidak akan terlalu merepotkan karena sudah menggunakan standar alat ukur metrologidan tidak perlu mengubah
    istilah atau penamaan ukuran.  Meski demikian untuk mengantisipasi berbagai kecurangan ukuran, takaran, dan timbangan, perlu adanya
    verifikasi tera. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya, di antaranya, mengajak dunia industri wajib tera pada produknya,
    terutama, yang memakai satuan ukuran, liter, kilogram, dan sejenisnya.

    Pada 2012, sebanyak 8 ribu industri wajib tera. Industri-industri itu, jelasnya, bergerak dalam berbagai bidang. Antara lain, sebutnya,
    minyak bumi, gas, listrik, air minum, tekstil, dan lainnya. Tahun ini industri wajib tera lebih banyak dengan perkiraan mencapai 15 ribu
    perusahaan atau industri. tjo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus