Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Solusi Penanganan Banjir Rancaekek

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_5129.gif

    BANDUNG-Pemprov. Jabar sehubungan dengan bencana banjir di Rancaekek Kabupaten Bandung yang terjadi beberapa waktu yang lalu, kini telah menyiapkan beberapa solusi penanganan. Hal tersebut, diungkapkan  Kadis PSDA Preov.Jabar, Supriyanto dalam Konpres yang berlangsung di Ruang Malabar Gedung Sate, Selasa (14/5).

    Menurut Supriyanto, hal yang menjadi persoalan adanya banjir di wilayah selatan Bandung secara umum dan khususnya Kawasan Rancaekek yaitu adanya satu titik Curug Jompong.

    Di lokasi tersebut,  secara alamiah ada batu di tengah curug yang menghambat aliran air.  Sementara itu, di aliran curug tersebut, semua anak sungai  yang ada di selatan mengalir ke Sungai induk yaitu sungai citarum. Daya tampung air Di Sungai Citarum dalam keadaan normal sebesar  550 meter kubik per detik.  Jika hujan bersamaan di kawasan selatan, air yang masuk ke Sungai Citarum mencapai 900 sampai 1.000 meter kubik per detik, hal itu yang menjadi masalah.

    Masalah berikutnya, adanya sedimentasi luar biasa karena alih fungsi lahan. Di kemiringan tanah sebesar 45 persen, masyarakat di sekitar kawasan tersebut masih terus

    menggarap lahan. Keadaan  tersebut, turut mempercepat proses sedimentasi, ujar Supriyanto.

    Menyikapi kondisi tersebut sebagai solusinya kawasan hulu harus difungsikan. Solusi tersebut harus disiapkan dalam paket penyelesaian penanganan Sungai Citarum secara terpadu yang melibatkan Peran Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar  dan Pemerintah Kabupaten. Beberapa instansi yang dilibatkan antara lain : Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian.

    Untuk penanganan dilaksanakan dua cara yaitu secara struktural melalui pembangunan sarana fisik dan non struktural dengan menggalakkan kolestarisasi yaitu

    menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan hutan kembali, kemudian membuat biofori dan mengajak masyarat menanam ke tanah datar.

    Supriyanto, menambahkan  19 April 2013 curah hujan mencapai 77 mm dalam durasi 4 jam hujan. Kondisi hujan tersebut berada  diatas batas normal. Kondisi hujan dengan kondisi

    tersebut menyebabkan Banjir d depan PT kahatek. Berkenaan dengan kondisi tersebut, solusi keseluruhan dalam mengatasi banjir di kawasan Selatan Bandung, di ujung sungai

    yang masuk ke Sungai Citarum  besar dibuat danau buatan atau Folder. Keberadaan danau tersebut,  jika nanti bisa terbangun dapat berfungsi yaitu pemasok air baku dan
    pengendali banjir.

    Langkah berikutnya dalam penanganan banjir, khususnya Di Rancaekek adalah melalui normalisasi yang dimulai sungai dari Sungai Citarik yang merupakan anak sungai dari Sungai Citarum. Selanjutnya, Sungai Cimande juga dinormalisasi. Untuk kawasan  pabrik di Rancaekek yg menutup sungai  dalam penanganannya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak.

    Pembuatan Danau buatan diusulkan dibangun di setiap anak sungai  yang dimulai dari Kawasan Ciwidey.  Jumlahnya mencapai 13 sungai.

    Khusus untuk  Penanganan Rancaekek ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu  5 tahun sehingga di tahun 2020 nanti ditargetkan  banjir
    di Rancaekek bisa tertangani, atau sedikitnya dapat dikurangi. Penanganan sementara,  dimulai dari jembatan jalan raya.
    menuju hilir, demikian Supriyanto.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus