Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pelaku UKM Siapkan Jurus Hadapi Kenaikan BBM

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Pelaku-UKM.jpg

    CIMAHI-Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), membuat para pelaku usaha kecil dan menengah harus siap-siap menghadapi imbasnya. Soalnya, kenaikkan harga BBM selalu diikuti dengan kenaikan harga-harga barang. Bahkan, rencana kenaikkan BBM baru bergulirpun, harga-harga barang sudah mulai naik.

    “Harga ayam potong yang seminggu lalu harganya Rp 24.000 per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp 28.000 per kilogram,” kata Amat, pedagang ayam goreng Jalan Pharmindo, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Selasa (4/6).

    “Harga telor juga naik. Bisanya saya membeli Rp 13.700 per kilogramnya, sekarang Rp 18.200,” kata  Bandi, pedang bubur ayam yang berjualannya bersebelahan dengan Amat. Hal senada juga diungkapkan oleh Taufik, pedagang martabak telor.

    “Terigu, minyak goreng dan mentega juga sudah naik, padahal BBM belum naik. Apalagi kalau harga BBM naik, mungkin kenaikkan harga barang-barang akan lebih terasa lagi,” katanya.

    Ayam potong dan telor merupakan dua bahan baku yang pokok bagi pedagang ayam goreng, bubur ayam dan martabak telor. Meski harga BBM belum naik atau baru rencana, tapi bahan pokok bagi pedagang tersebut, sudah naik.

    Untuk mempertahankan agar tetap bisa berjualan, menurut para pedagang kecil tersebut, ada dua cara,  yaitu dengan cara memperkecil ukuran produk yang dijualnya atau menaikkan harga.

    “Tapi, saya lebih memilih memperkecil ukuran ayam goreng yang saya jual, dengan harga tetap. Soalnya, kalau harganya dinaikkan, pelanggan bisa pindah ke pedagang lain,” kata Amat.

    “Kalau saya, lebih memilih menaikkan harga dengan ukuran produk tetap. Tentu saja soal ciri khas yaitu dalam hal rasa, tetap harus dipertahankan,” timpal Taopik.

    Baik Amat, Taopik maupun Bandi mengharapkan harga BBM tidak jadi dinaikkan. Kalau pun rencana pemerintah itu tetap dilaksanakan, mereka berharap kenaikkannya tidak terlalu tinggi. Soalnya, imbasnya akan sangat terasa bagi usaha yang mereka jalankan. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus