Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dapur Abon: Dari Dapur Mungil Untuk Dunia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/aadapurabon-1.JPG

    CIMAHI-Dapur Abon, salah satu usaha kecil menengah (UKM) di Kota Cimahi menawarkan berbagai produk unggulan makanan abon. Ada abon ayam original, abon ayam pedas, abon tuna original, abon lele, abon salmon, abon jamur, abon daging sapi, bahkan ada juga abon cabe yang rasanya tentu saja “Xtrahot”.

    “Kami memproduksi lebih dari 10 jenis abon, menjadikan hidangan makan lebih istimewa,” kata Aghna Nurishshifa, pemilik Dapur Abon, di lokasi produksi Dapur Abon, Jalan Cibeureum, Gg. Warnasari RT 02 RW 02 Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Jum’at (28/6).

    Abon adalah makanan khas dari Indonesia yang bercitrarasa tinggi dan praktis dalam penyajiannya sehingga disukai banyak kalangan masyarakat. Dapur Abon, menurut Aghna, mempersembahkan aneka jenis abon dengan kualitas nomor satu tanpa bahan pengawet, tanpa MSG dan tanpa campuran bahan kimia. Mengandung protein dari daging, omega 3 dari ikan, serta gizi lain yang baik untuk dikonsumsi segala usia.

    “Aneka varian abon dari Dapur Abon sangat cocok untuk dihidangkan dengan nasi hangat maupun lauk lainnya,” katanya.

    Produk-produk yang diciptakan Dapur Abon sudah memiliki izin dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi serta memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan oleh LP POM MUI Provinsi Jawa Barat, sehingga produk-produk yang dipersembahkan Dapur Abon aman dikonsumsi.

    Aghna menjelaskan, kini Dapur Abon telah memiliki agen-agen penjualan di kota-kota di Indonesia, satu kota satu agen, antara lain di Jakarta, Papua dan Palangkaraya. Selain dipasarkan melalui agen-agen tersebut, abon Dapur Abon juga dipasarkan melalui online dan reseler.

    “Bagi yang berminat untuk mencoba mengkonsumsi atau menjadi reseler, silahkan mengunjungi website www.dapurabon.com. Contoh produk dan harganya ada di website tersebut,” katanya.

    Dapur Abon, tutur Aghna, adalah sebuah cita-cita luhur keluarga kecil kami yang ingin mandiri dan terlepas dari jabatan sebagai karyawan perusahaan. Keinginan itu akhirnya mengukir sebuah peluang yang menghadirkan kreasi abon di dalam dapur kami. Jadi, tak salah rupanya ketika kami berharap Dapur Abon kecil kami saat ini menjadi DAPUR ABON yang besar, dan mampu memberikan manpaat kepada segenap lingkungan sekitar kami. Bahkan memberikan sebuah Anugrah besar untuk masyarakat seluruhnya.

    “Berawal dari cita-cita yang kecil, kami bangun untuk menjadi cita-cita kami sesungguhnya. Dari rumah mungil kami di Cimahi, kami ingin memberikan manfaat untuk seluruh dunia,” kata Sarjana Psikologi lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tahun 2008 itu. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus