Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jaman Belanda Dulu, Jabar Terkenal Kopinya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/kopi-biji.jpg

    BANDUNG-Ketua Umum Pengurus Clearing House Kopi Jabar Prof. Djumhana Purwanegara mengungkapkan apabila  lahan kopi yang  tersebar di 18 Kab/kota  dimanfaatkan secara optimal maka Jabar akan menjadi provinsi terluas lahan kopinya. Hal demikian disampaikannya saat usai dilantik sebagai Pengurus Clearing House Coffee Jabar Periode 2013-2018, Sabtu (6/7) di Coffee House, Jl. Cisangkuy Bandung.

    "Jawa Barat sejak jaman penjajahan Belanda terkenal sebagai penghasil kopi  terbesar dunia, namun potensi yang besar ini kini perlu dioptimalkan mengingat masih adanya permasalahan tata niaga kopi di Jawa Barat," ungkap Djumhana.

    Menurut Djumhana, penetapan berbagai standar kopi yang dihasilkan Jawa Barat, harga kopi belum sesuai harga pasar.Kemudian, nilai keuntungan usaha belum secara optimal berpihak kepada petani bahkan ada indikasi harga kopi turun.

    Atas dasar itulah maka seluruh stakeholder kopi di Jawa Barat menyepakati terbentuknya Forum Clearing House Coffee, yang  merupakan kumpulan stakeholder kopi yang bersinergi untuk mewujudkan "Kopi Jawa Barat Menguasai Pasar Dunia", jelas Djumhana.

    "Hal ini ditempuh melalui beberapa upaya diantaranya meningkatkan posisi tawar petani, meningkatkan daya saing kopi Jawa Barat serta meningkatkan masalah penetapan, nilai usaha agar berpihak kepada petani, mengatasi indikasi ancaman jatuhnya harga kopi," ungkap Djumhana.

    Sejalan dengan itu,  Gubernur Heryawan juga mendukung untuk meningkatkan gairah petani kopi melalui kampanye kopi lokal asal Jawa Barat diberbagai media dan event gelar produk.

    "Selain itu juga dengan perluasan dan permudah akses permodalan usaha, perkuat sistem perdagangan kopi yang berkeadilan," ujar Heryawan.

    Pada kesempatan tersebut Forum Clearing House juga  berharap agar segenap pemikiran tentang upaya membangun komoditas kopi di Jawa Barat terakomodir dalam RPJMD Provinsi Jabar 2013-2018 sebagai bagian dari kebijakan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, yang didukung dengan program/kegiatan serta penganggarannya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus