Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    2014, Tiang Pancang Monorel Bandung Raya Berdiri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Ahmad_Heryawan_dan_Dirjen_Perkeretaapian_bersama_delegasi_China.jpg

    BANDUNG-Pengerjaan fisik jaringan keretaapi monorel ditargetkan mulai 2014 mendatang. Ini menandai bagian awal realisasi Rencana Induk Metropolitan Bandung Raya. Rencana induk dimaksud landasan sistem transportasi massal (//Mass Rapid Transit//, MRT) terintegrasi jangka panjang di kawasan Bandung Raya khususnya, dan Jawa Barat secara umum. Target pengerjaan fisik sarana transportasi keretaapi monorel tersebut dilansir saat acara penandatanganan kesepahaman (//Memorandum of Understanding//, MoU) di Istana Pakuan, Kota Bandung, Sabtu, 20 Juli 2013.

    Kerjasama melibatkan China National Machinery Import & Export Corporation (CMC), Panghegar Group (Jawa Barat, Indonesia), dan pemerintah Provinsi Jabar. Pihak China diwakili Vice President CMC Zhao Jun, Panghegar Group oleh Direktur Utamanya: Cecep Rukmana, dan Pemprov Jabar oleh Gubernur Ahmad Heryawan. Turut hadir Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan, Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Sonny.
     

    "Kita semua berharap tiang pancang bisa berdiri 2014 mendatang. Seluruh tim diharap bekerja maksimal sesuai dengan target, jangan sampai meleset," papar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menyampaikan sambutan.

    Lebih detail saat jumpa pers, Gubernur Heryawan menjelaskan, proyek keretaapi monorel Bandung Raya sepenuhnya dibiaya swasta (B to B). Pemprov Jabar memilih pola //Public Private Partnership// (PPP) agar realisasi program lebih cepat dibanding memakai pembiayaan anggaran.

    Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengapresiasi terobosan yang dilakukan Gubernur Jabar. Tundjung mengatakan, pola investasi langsung dimungkinkan berdasar peraturan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). "Kementerian Perhubungan mengapresiasi kesepahaman yang dicapai hari ini. Ini terobosan dalam penyediaan fasilitas publik. Yang menarik, semua bergerak berdasar //master plan//," kata Tundjung menjawab wartawan. Pemerintah pusat sendiri, kata Tunjung lagi, akan menyokong dengan menyiapkan regulasi yang dibutuhkan. Hal yang sama disiapkan pemerintah daerah di Jabar, termasuk Kabupaten/Kota.

    Sementara itu, Direktur Utama Panghegar Group Cecep Rukmana dalam kesempatan yang sama belum merinci jalur keretaapi monorel yang bakal dibangun. Begitu pula investasi yang dibutuhkan. "Semuanya menunggu rencana induk dan //feasibility study//," jelas Cecep. Panghegar Group adalah mitra swasta yang telah cukup lama menjalin kerjasama dengan CMC. CMC sendiri salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China yang fokus pada bisnis infrastruktur. CMC telah menangani banyak proyek infrastruktur di berbagai negara.
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus