Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur : Berikan Suku Bunga Khusus Pertanian

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG-20130721-00054.jpg

    CIANJUR-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib petani. Diantaranya dengan memberikan 2 keberpihakan, yakni; kebijakan moneter dalam bentuk suku bunga khusus pertanian dan subsidi pupuk. Hal itu penting, karena petani adalah pahlawan pangan. Tanpa petani, kita tidak akan dengan mudah mendapatkan bahan pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

    "Suku bunga komersial saat ini sulit dijangkau petani. Untuk itu sebaiknya ada keberpihakan Pemerintah dengan memberikan suku bunga khusus pertanian. Begitupun dengan subsidi pupuk  yang memang sangat dibutuHkan petani. Karena petani adalah pahlawan pangan yang harus kita dukung penuh," tegas Heryawan di hadapan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan ratusan hadirin yang memadati halaman Kantor Bupati Cianjur, Minggu (21/7) pagi dalam acara Safari Ramadhan Menko Perekonomian.

    Lebih dari itu, Heryawan berharap, ada mekanisme jitu  guna menurunkan sejumlah harga kebutuhan pokok. Karena dengan harga yang terjagkau dan logis, akan berimbas pada pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat. "Karena asupan protein yang tinggi ada di daging, telur, susu dan ikan," ujaranya. Sehingga harga barang barang tersebut harusnya terjangkau agar masyarakat dapat memenuhi kecukupan pangan dan gizinya.

    Ke depan, lanjut Heryawan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan dan protein, hendaknya memulai dari sekarang dengan mendorong produksi daging, telur, susu dan ikan. Begitupun dengan produksi bahan pangan berupa; beras, jagung, umbi-umbian, dan lain-lain. "Selain itu juga upaya menjaga agar lahan pertanian tidak semakin berkurang bahkan akan ditambah lebih luas lagi dengan membuka sawah baru," ungkapnya.
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus