Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BKKBN Akan Gandeng WO

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/2013-08-01_17.01_.20_.jpg
    BANDUNG – Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Wilayah Jawa Barat akan menggandeng Wedding Organizer, untuk mensosialisasikan program pencegahan kelahiran dini. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah BKKBN Jawa Barat, Siti Fatonah di Bandung, Kamis (1/8).
     
    “Kita harus mencegah kelahiran dari pasangan perkawinan yang masih muda di bawah 20 tahun. Oleh karen itu kita harus menggandeng WO untuk sama-sama mensosialisasikan pencegahan kelahiran dini atau penundaan kelahiran anak pertama” ujar Fatonah.
     
    Undang-undang perkawinan memang menyebutkan batas usia perempuan yang boleh menikah adalah 16 tahun, tetapi dari sisi medis, usia 16 tahun belum siap untuk mengandung dan melahirkan. Oleh karenanya harus dilakukan penundaan kelahiran, karena tidak bisa melarang orang menikah di bawah 20 tahun.
     
    “Kita gak bisa larang orang menikah di bawah 20 tahun, maka yang bisa kita lakukan adalah melakukan program penundaan kehamilan anak pertama, hingga usia perempuan mencapai 20 tahun atau lebih” katanya.
     
    Menurut Fatonah, di Jawa Barat terdapat 27 persen usia remaja atau sekitar 15 juta dari total penduduka Jawa Barat. Usia remaja itu lah yang harus dibina agar tidak melaukan pernikahan dini, dan kalaupun terpaksa melakukan pernikahan di bawah usia 20 tahun, maka yang harus dilakukan adalah penundaan kehamilan anak pertama.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus