Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ketupat Jangari Diserbu Pembeli

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Ketupat-jangari-2.jpg

    CIMAHI-Para pedagang ketupat yang bederet di trotoar Jalan Cijerah, samping kanan Pasar Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, diserbu pembeli, Selasa (6/8).

    Para pembeli tersebut umumnya kaum ibu, warga sekitar, yang akan menghidangkan ketupat lebaran dan opor ayam pada Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah. Sementara itu, para pedagang ketupatnya sendiri, ternyata bukan orang sekitar Pasar Cijerah.

    “Saya dari Jangari, Kabupaten Cianjur. Sudah tiga kali bulan Ramadhan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri sengaja datang ke Pasar Cijerah untuk berjualan ketupat,” kata Asep, pemuda berusia 22 tahun yang mengaku warga Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur itu kepada jabarprov.go.id, Selasa (6/8).

    Asep datang ke Pasar Cijerah sejak Hari Minggu (4/8) lalu bersama lima orang teman sebayanya. Meraka datang dari Jangari membawa bahan pembuat ketupat yaitu berupa daun kelapa yang masih muda berwarna putih dan hijau dan sebuah pisau. Ketupat-ketupat yang dijajakan oleh Asep dan kawan-kawan itu, tidak dibuat di rumahnya di Jangari, tetapi sebagian dibuat di kamar kontrakannya di Kelurahan Cijerah dan sebagian lagi dibuat di tempat menjajakan, yaitu di trotoar Jalan Cijerah. Asep dan kawan-kawan sangat mahir membuat ketupat. Sebuah ketupat ia selesaikan hanya dua menit saja.

    Dagangan Asep dan kawan-kawan sangat laku. Begitu ketupatnya dijajakan pada pagi hari, langsung diserbu kaum ibu.

    “Kalau Idul Fitri tidak membuat ketupat dan opor ayam, rasanya ada yang kurang,” kata Ibu Marni, warga Blok IV, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Pasar Cijerah memang tidak jauh dari Blok IV Kelurahan Melong, jaraknya kurang dari satu kilometer. Ibu Marni dan ibu-ibu lainnya dari Blok IV kalau belanja kebutuhan sehari-hari, ke Pasar

    Ketupat yang dijual oleh Asep harganya bervariasi, tatapi satu paketnya sama yaitu berjumlah 10 buah ketupat. Ukuran paling kecil, satu paket dijual Rp 5.000. Ukuran sedang Rp 8.000, ukuran agak besar Rp 10.000 dan ukuran paling besar dijual Rp 12.500 per paket.

    Orang Jangari yang berjualan ketupat setiap menjelang Idul Fitri, menurut Asep, bukan hanya ia dan kawan-kawannya, tetapi masih banyak orang Jangari lainnya. Mereka ngumbara setiap menjelang Idul Fitri untuk berjualan ketupat di pasar-pasar.(enal)
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus