Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pedagang Bendera Marema

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/2013-08-15-10.423_.jpg

    BANDUNG-Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun gedung perkantoran atau sepanjang jalan raya “dihiasi” dekor bertema merah putih. Mulai dari umbul-umbul berwarna merah putih hingga bendera merah putih dalam ukuran yang kecil.

    Hasil-hasil dekor tersebut tidak lepas kaitannya dengan para pedagang bendera yang menjamur setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Fenomena tersebut merupakan salah satu fenomena unik yang bisa disaksikan setiap bulan Agustus.
    Di Bandung sendiri, sekitar beberapa minggu ini sudah diwarnai dengan para pedagang bendera merah putih yang biasanya membuka lapak di pinggiran jalan raya. Para pedagang ini biasanya sudah mulai berdagang mulai dari H-2 minggu menjelang 17-an dan berhenti berjualan pada H-1 tanggal 17 Agustus.

    Seperti halnya Wawan (32) yang juga merupakan salah satu pedagang bendera dari beberapa pedagang lainnya yang juga berjualan di sepanjang jalan Diponegoro, dekat Gedung Sate. Wawan mengaku sudah 8 tahun mulai berjualan bendera setiap menjelang tanggal 17 Agustus, di mana seluruh warga Negara Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan.

    Menurut Wawan, pekerjaan sambilannya ini bisa menjadi sumber pemasukan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Keuntungan yang didapatnya pun bisa mencapai Rp 500.000 per hari, dengan latar belakang pembeli yaitu pekerja kantoran. Berbagai jenis bendera yang dijual oleh Wawan lumayan menarik perhatian untuk dibeli, mulai dari umbul-umbul, background, bandir, sampai bendera berukuran kecil dengan harga bervariasi mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 16.000. “Harapan untuk Indonesia, semoga semakin jaya dan terus mempertahankan merah putihnya!”, ucap Wawan dengan penuh semangat.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus