Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengrajin Tahu Tempe Memilih Bertahan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/2013-08-29-news.jpg

    BANDUNG-Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat melemah dari waktu ke waktu. Hal tersebut pastinya berdampak besar bagi para pengrajin tahu dan tempe.  Pasalnya, harga kedelai terus mengalami kenaikkan yang drastis dalam dua pekan ini. Meskipun sebenarnya, kenaikan harga kedelai sudah dirasakan sejak awal bulan puasa tahun ini.

    Harga kedelai saat ini mencapai Rp 9.500/kg dari yang semula Rp 7.000/kg. Untuk menaikkan harga sebenarnya terbilang susah, karena tahu dan tempe sejak dulu merupakan makanan yang murah dan bukan bahan makanan pokok. Intinya, hanya ada dua pilihan bagi para pengrajin tahu dan tempe, tetap bertahan atau gulung tikar.

    Dedi Rohaendi (33), salah satu pengrajin tahu di pusat kawasan industri tahu dan tempe Cibuntu ini, memilih bertahan dengan usahanya. Karena dampak kenaikan harga kedelai sangat besar terhadap pendapatan.

    Dedi memutuskan untuk mengurangi ukuran tahu yang di produksi. Untuk karyawannya, Dedi mempekerjakan karyawan borongan, sehingga tidak ada pengurangan gaji karena gaji yang diberikan tergantung dari hasil produksi mereka.

    “Sebenarnya kita pakai 2 cara, yaitu mengurangi ukuran dan menaikkan harga jual. Tapi kualitas tetap terjaga kok,” ujarnya saat ditanyai Jabarprov di kediamannya,  Selasa (29/08).

    Jika dipetakan, kawasan industri tahu dan tempe Cibuntu memiliki 1 pabrik setiap 5 rumah.
    Yang menjadi kendala terbesar bagi para pengrajin tahu dan tempe adalah kenaikan harga kedelai yang bisa terjadi 3 kali dalam sehari. “Berharapnya sih, pemerintah terus berupaya mengatasi hal ini, kalau bisa jangan dengan cara instant seperti impor. Malah kalau bisa, manfaatkan hasil produksi dalam negeri, supaya pengrajin kecil seperti kami ini jangan sampai gulung tikar.” tutup Sekertaris Paguyuban Pengrajin Tahu RW 07 Cibuntu ini.
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus