Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Tantang Bank BJB Perang Melawan Rentenir

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Gubernur_Jabar_Ahmad_Heryawan_serahkan_hadiah_undian_Bank_BJB-1.jpg
    TASIKMALAYA - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengungkapkan keprihatinannya, setelah mendengar penuturan warga seputar masih banyaknya rentenir beroperasi hingga ke pelosok desa.
     
    Gubernur menyatakan, rentenir yang berkeliaran berdampak buruk bagi pengusaha kecil-mikro. Tak sedikit pengusaha lapis bawah yang justru gulung tikar akibat memanfaatkan pinjaman rentenir, sebab bunga yang diterapkan sangat tinggi.
     
    Heryawan melansir hal tersebut di acara Pengundian Mikro Berhadiah Bank Jabar Banten (BJB) di Pasar Cukurubuk, Kota Tasikmalaya, Jabar, Sabtu, 31 Agustus 2013.
     
    Acara penarikan undian dihadiri Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro dan Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, serta sekitar 1.500 warga dan pedagang.
     
    Heryawan ketika menyampaikan sambutan bertanya, apakah masih banyak rentenir berkeliaran di Tasikmalaya. Warga lalu merespon dengan mengutarakan bahwa rentenir masih menjadi pilihan sebagian warga untuk memperoleh pinjaman usaha.
     
    Disampaikan pula bahwa para rentenir memberi bunga pinjaman rata-rata 20 persen per bulan.
     
    Menanggapi warga, Gubernur Heryawan menyebutkan, sepantasnya para pengusaha --khususnya yang skala kecil dan mikro-- meninggalkan transaksi dengan rentenir karena jelas tidak kondusif bagi pengembangan usaha.
     
    "Bank BJB memberikan kredit dengan bunga yang sangat rendah, hanya delapan persen per tahun. Sementara mereka (rentenir) 20 persen, per bulan lagi," ungkapnya.
     
    Selain menyampaikan imbauan, Heryawan meminta kepada Bank BJB untuk "perang" melawan rentenir. Upaya mengurangi operasi rentenir, menurut Gubernur, salah satu solusi dalam mengembangkan bisnis para pengusaha kelas bawah.
     
    Dirut Bank BJB Bien Subiantoro menyambut baik imbauan Gubernur Heryawan kepada warga. Begitu pula "tantangan" kepada bank BJB.
     
    "Saya kira itu satu hal yang sangat bagus. Bagi bankir tentu sependapat karena pada dasarnya rentenir membebani warga dengan bunga yang sangat tinggi. Mereka sangat membebani pengusaha kecil," papar Bien kepada wartawan.
     
    Mengenai usaha mengurangi kegiatan rentenir di tengah masyarakat, Bien menandaskan, menjadi tantangan bagi Bank BJB untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu prioritasnya yakni memberi pelayanan cepat dan tepat kepada nasabah.
     
    Bien mengutarakan, program konkretnya berupa penambahan jumlah dan kinerja Warung BJB yang didirikan di sentra ekonomi kecil di pusat kota hingga pedesaan. Satu outlet Bank BJB yang diawaki 10-12 petugas diserahi tanggungjawab menangani permohonan kredit hingga pembayaran cicilan secara //door to door//.
     
    Bank BJB kini memiliki 420 outlet Warung BJB di Jabar dan Banten. Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan, khususnya dalam soal kecepatan respon kepada nasabah, outlet akan ditambah menjadi 600 unit hingga akhir 2013.
     
    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di acara Bank Jabar dimanfaatkan pula dengan mengunjungi pedagang Pasar Cukurubuk. Aher berdialog santai dengan pedagang seputar harga bahan kebutuhan pokok.***
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus