Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Karawang Pilot Project Pemetaan Lahan Sawah Nasional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/HMS_1363.jpg
    KARAWANG-Masyarakat Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat patut berbangga diri. Hal ini karena Kabupaten Karawang kembali dipercaya untuk menjadi pilot project program nasional. Kali ini, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menjadikan Kabupaten Karawang sebagai lokasi awal untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengumpulan Data Lahan Berbasis Peta, yang merupakan tahap awal program Pemetaan Lahan Nasional.
     
    Kegiatan Pelatihan yang berlangsung di Gedung Serbaguna RM. Indo Alam Sari Interchange Karawang Barat tersebut dibawah bimbingan langsung dari Tim Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kepala UPTD Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan, Kepala BP3K, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, serta para PPL dan THL se-kabupaten Karawang, dan dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Daerah Kab. Karawang, Drs. H. Teddy Rusfendi Sutisna.
     
    Plt. Sekretaris Daerah dalam kesempatan tersebut mengatakan, perkembangan Kabupaten Karawang saat ini sangat signifikan, dan dalam beberapa tahun ke depan perkembangan tersebut akan semakin pesat. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian kita semua, khususnya terkait dengan kondisi lahan pertanian yang ada, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan daerah yang semakin pesat tersebut.
     
    Sekda melanjutkan, adanya perbedaan dalam jumlah lahan baku sawah yang dimiliki BPS, BPN, serta kondisi riil yang ada sangat mungkin terjadi. Hal ini karena adanya perbedaan dalam kondisi existing dengan data administratif, sehingga terdapat kemungkinan bahwa kondisi yang sebenarnya kurang dari data administratif yang ada. “Hal ini tentunya perlu diluruskan karena akan berpengaruh terhadap capaian produksi pertanian ke depan,” ujarnya.
     
    Ir. Tasrimbillah, M.Sc. dari Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam upaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan data lahan pertanian dan perkebunan yang ada. Intinya adalah dengan menyusun neraca lahan yang ada sehingga perubahan/peralihan status lahan bisa terus diikuti perkembangannya. “Setidaknya setiap tahun dapat tercipta data lahan pertanian yang up-to-date,” ujarnya.
     
    Tasrimbillah pun melanjutkan bahwa ketidakakuratan data lahan sawah yang dimiliki akan menimbulkan kendala terhadap pemecahan masalah pertanian. Dimana tanpa data akurat, tentunya akan sulit bagi kita untuk menghitung kapasitas produksi yang sebenarnya. Selain itu, keputusan import beras akan menjadi lebih tepat apabila di dukung dengan data akurat, apakah perlu import atau tidak. “Program ini akan diterapkan secara nasional di seluruh Indonesia, dimana Kab. Karawang menjadi salah satu pilot projectnya,” imbuhnya.
     
    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kab. Karawang, Ir. Kadarisman menambahkan bahwa saat ini terdapat perbedaan data lahan sawah yang dimiliki oleh Dinas Pertanian, Perum Jasa Tirta II, BPS, BPN, dan bahkan citra satelit. Dinas Pertanian sendiri melalui kegiatan pendataan lahan yang dilakukan oleh para penyuluh mendapatkan data luas lahan baku sawah di Kab. Karawang mencapai 93.800 hektar, dengan kepemilikan sawah dari luar Kab. Karawang mencapai 3.400 pemilik.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus