Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Deklarasikan Kampanye STMBM

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0088.jpg

     

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendeklarasikan Program Kampanye "Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM". Acara yang dikemas dengan Pagelaran Seni Angklung "Karatagan Sanitasi, Rempug Gawe Pikeun Jawa Barat" itu digelar di Saung Angklung Ujo, Padasuka, Kota Bandung, Kamis (5/9) pagi. Hadir sejumlah kepala daerah atau yang mewakili.
     
    Sebelum Penandatanganan deklarasi terlebih dahulu dibacakan isi deklarasi oleh Sekda Pemkab Sumedang sebagai wakil daerah lainnya. Setelah itu Gubernur Ahmad Heryawan disaksikan perwakilan Pemkab/Ko di Jawa Barat melakukan penandatanganan deklarasi. Isinya meliputi tiga point. 1. Menggalang peningkatan akses sanitasi melalui koordinasi, sinkronisasi kebijalan, perencanaan, penganggaran dan implementasi. 2. Menggerakan dan mengoptimalkan peran masyarakat dengan strategi STBM. 3. Menggalang kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan akses sanitasi.
     
    Pada acara itu, selain deklarasi, juga menyerahkan ikon kampanye STBM Jawa Barat, "Kang Hebring", kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Ikon diserahkan oleh Deviariandy Setiawan Pimpinan Program Air Bersih dan Sanitasi Bank Dunia atau  World Bank Water and Sanitation Program (WSP) sebagai penggagas acara ini bersama Dinas Kesehatan Jawa Barat.
     
    Deklarasi itu mengawali gerakan menciptakan lingkungan yang sehat, menyediakan sarana pendukung perubahan perilaku yang higienis serta meningkatkan akses sanitasi bagi masyarakat. "Mari bersama menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Diantaranya jangan buang besar air sembarangan," tegas Heryawan.
     
    Lebih lanjut Heryawan menegaskan kampanye STBM akan terus digelorakan untuk memacu masyarakat meningkatkan kualitas dan akses sanitasi. Karena penyediaan akses sanitasi tidak hanya melalui pembangunan fisik semata. Tetapi juga melalui peran aktif masyarakat dalam memahami dan menjalankan perilaku bersih sehat dalam kesehariannya.
     
    Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati menyatakan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dilakukan dengan Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Pembangunan Air Bersih Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM)
     
    "Selama kurun waktu 5 tahun melalui penerapan program dan strategi STBM terbukti mampu meningkatkan akses sanitasi sebanyak 304.630 jiwa tanpa subsidi di 962 dusun tersebar di 5 kabupaten," jelas Alma. Selain itu, sudah dimulai menyusun "roadmap" sanitasi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.
     
    Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani yang hadir mendampingi Gubernur, meminta semua pihak terkait untuk bersama memulai menciptakan kondisi yang kondusif dalam kerangka meningkatkan akses sanitasi. "Bisa dimulai dari rumah tangga, lingkungan sekolah, lingkungan kantor maupun fasilitas umum lainnya," tuturnya.
     
    Dalam kesempatan itu juga, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Bambang Riyanto memaparkan kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas dan akses sanitasi. Diantaranya target 70 persen cakupan sanitasi di Jawa Barat pada tahun 2018. Selain itu ada gerakan untuk mencapai target sanitasi 1 juta kepala keluarga (KK). "Saat ini cakupan sanitasi mencapai 63 persen," ujarnya.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus