Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Peringatan International Youth Day

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG02386-20130906-1449.jpg
    BANDUNG - Mitra Citra Remaja ( MCR ) PKBI Jabar menyelenggarakan diskusi terkait permaslahan remaja. Diskusi dilakukan fokus pada tema perluasan akses dan partisipasi remaja dalam pembangunan.
     
    Pemimpin negara-negara dunia saat Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (ICPD, 1994) di Kairo, Mesir telah sepakat bahwa remaja adalah kelompok yang potensial dimana kebutuhan mereka perlu diberi perhatian secara serius. Dengan jumlah sekitar lebih dari 3 milyar di dunia, para pemimpin dunia percaya bahwa remaja akan mempengaruhi arah perubahan dunia saat ini dan masa depan. Bukan saja karena jumlah yang besar menjadi kekuatan mereka, akan tetapi juga karena karakteristik mereka yang unik memiliki potensi dan energi yang besar.
     
    Jumlah remaja Indonesia saat ini 64 juta (28,6 persen) (PPI, 2000-2025, Bapenas, UNFPA 2005). Di Jawa Barat sendiri, populasi remaja 10-24 tahun berjumlah lebih dari 11 juta jiwa (BPS, 2010) dan merupakan populasi terbanyak di Jawa barat.
     
    Sementara penduduk Kota Bandung berdasarkan hasil Susenas tahun 2003 adalah 2.228.268 jiwa, diperkirakan sekitar 20 persen  tergolong usia remaja, yaitu sekitar 500.000 jiwa.
     
     
    Liris Kinasih, dari PKBI pusat mengatakan pola kebijakan mengenai pendidikan kesehatan reproduksi remaja ini masih menggunakan pemahaman orang dewasa sehingga apa yang dibutuhkan remaja tidak sesuai keinginan. Maraknya kasus remaja seperti penyalahgunaan Narkoba, kehamilan tidak diinginkan, Infeksi menular seksual, dan HIV-AIDS yang diangkat media pada akhirnya menstigma remaja sebagai kelompok bermasalah oleh berbagai pihak.
     
     
    Saat ini, menurutnya, remaja masih kurang pendampingan dalam mengoptimalkan potensinya, sasaran ini hanya bisa dicapai jika informasi, pendidikan dan layanan kesehatan reproduksi dan seksual remaja tersedia dan bisa diakses oleh remaja termasuk membuka ruang seluas-luasnya keterlibatan remaja dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring-evaluasi kebijakan serta program menyangkut kehidupan mereka.
     
    "Peran media sangat penting dalam membantu melakukan pendidikan terhadap publik termasuk melakukan advokasi  terhadap pemenuhan hak-hak reproduksi dan seksual remaja serta mendorong kepedulian banyak pihak dengan ditunjang data-data yang relevan." Tjo
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus