Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Indonesia Pasar Besar Produk Herbal Dunia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Indonesia-Pasar-Besar-Produk-Herbal-Dunia.jpg
    BANDUNG-Dengan jumlah penduduk yang saat ini mencapai 250 juta, Indonesia masih menjadi pasar potensial bagi berbagai produk herbal dunia. Demikian dikemukakan General Manager Herbalife Indonesia, Andam Dewi  seusai peresmian pusat penjualan Herbalife di Jalan Aceh Bandung, Sabtu (07/09).
     
    “Jumlah penduduk yang banyak ini dan gaya hidup masyarakat yang sadar terhadap kesehatan, menjadikan Indonesia incaran produsen berbagai produk herbal dunia,” ujarnya.
     
    Menurut Andam, masyarakat saat ini sudah mulai lebih paham bahwa produk herbal buka merupakan obat, melainkan sebagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
     
    “Kesadaran pencegahan dini dari penyakit membuat masyarakat saat ini banyak mengkonsumsi asupan nutrisi, sehingga, produk herbal semakin diminati di Indonesia,” ucapnya.
     
    Andam menyatakan, selain sebagai pasar yang besar, Indonesia juga memiliki berbagai kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk herbal.
     
    “Kekayaan alam berupa rempah-rempah yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, bisa dimanfaatkan untuk produk herbal,” katanya.
     
    Namun menurut Andam, potensi kekayaan alam Indonesia itu, saat ini belum dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh Herbalife sebagai produsen nutrisi dari Amerika.
     
    "Bukan masalah mutu yang tidak bagus, tapi biaya tinggi yang harus dikeluarkan apabila mengolah tanaman herbal Indonesia. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mengimpor produk jadi,” tuturnya.
     
    Andam juga menyatakan, kemungkinan akan membuka pabrik di Indonesia sebagai bentuk investasi di bidang kesehatan.
     
    “Tidak menutup kemungkinan kita membuka pabrik di Indonesia, tapi sampai saat ini perusahaan di AS belum memastikan kapan waktunya memproduksi produk herbal di Indonesia,” pungkasnya. (Parno)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus