Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur : Saat Ini Ada Kekuatan Baru Yakni Civil Society

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_00623.jpg
    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan saat ini ada kekuatan baru yakni "civil society". Sebelumnya dominasi kekuatan ada di eksekutif, legislatif dan yudikatif atau "trias polictica". Untuk itu dalam kerangka pembangunan, maka perlu ada sinergi diantara kekuatan-kekuatan tersebut.
     
    Kekuatan lain yang kini hadir di tengah masyarakat, yakni para pemodal. Sebelumnya Pemerintah sangat mendominasi dalam sektor usaha. Namun seiring perjalanan waktu, maka Pemerintah, kini membutuhkan para pengusaha yang memiliki kekuatan modal jauh lebih besar.
     
    "Saat ini kekuatan modal tidak lagi berasal dari Pemerintah. Karena kapitalisasi modal ada di para pengusaha. Mereka memiliki modal jauh lebih besar. Sehingga kemitraan antara Pemerintah-Pengusaha dan Masyarakat harus diwujudkan dalam kerangka pembangunan," ungkap Heryawan.
     
    Kekuatan berikutnya, lanjut Heryawan adalah kekuatan media. Dimana melalui media, diyakini mampu mendongkrak pencitraan di tengah masyarakat. Sehingga saat ini, banyak pihak yang berlomba memiliki ataupun menguasai media.
     
    "Saat ini ada istilah, benar kata media maka benar juga kata masyarakat. Kondisi seperti itu sejatinya bisa menjadi hal positif, dimana media dijadikan jalan untuk mencerdaskan masyarakat," ujar Heryawan.
     
    Seiring dengan kemajuan peradaban. Maka saat ini, bahkan, ada usaha dari sejumlah pihak tertentu untuk menghimpun 3 kekuatan sekaligus dalam satu sosok. Dimana pihak tersebut, selain menguasai "trias polictica" juga meraih kekuatan di sektor media dan modal.
     
    Untuk itu demi kemajuan dan kesejahteraan, maka  masyarakat harus memiliki kemampuan dalam menentukan pilihan. Dimana dukungan masyarakat diberikan kepada pihak yang kuat sekaligis benar. Dan benar sekaligus kuat.
     
    "Jika suatu kekuatan tanpa tuntunan kebenaran akan mengarah pada kezholiman. Sebaliknya, kebenaran tanpa kekuatan, dapat dengan mudah dibengkokan ataupun dijatuhkan" tutur Heryawan.
     
    Hal itu diungkap Heryawan saat menjadi narasumber pada acara Diskusi "Outlook Kemajuan Jawa Barat", dan Pelantikan Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Provinsi Jawa Barat, Minggu (22/9) pagi, di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jl Perintis Kemerdekaan No 5, Kota Bandung.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus